Lamongan, LINGKARWILIS.COM – Sepuluh remaja terpilih dalam Pemilihan Duta Generasi Berencana (Genre) Kabupaten Lamongan 2026 didorong menjadi pelopor edukasi bagi sesama remaja, khususnya dalam mencegah perkawinan anak, penyalahgunaan narkoba dan seks bebas.
Dorongan tersebut disampaikan dalam Grand Final Pemilihan Duta Genre Kabupaten Lamongan 2026 yang digelar Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) di Pendopo Lokatantra, Kamis (1/10/2026).
Bunda Genre Lamongan Anis Kartikawati Yuhronur Efendi mengatakan, proses seleksi menghasilkan lima remaja laki-laki dan lima remaja perempuan yang nantinya menjadi Duta Genre Kabupaten Lamongan 2026.
Mereka akan membawa tiga misi utama, yakni mencegah perkawinan anak, penyalahgunaan narkoba dan perilaku seks bebas di kalangan remaja.
Baca juga : Dandim 0812 Lamongan Bekali Ratusan Calon Manajer KDKMP, Tekankan Profesionalisme dan Transparansi
“Memang mempunyai tiga misi utama, yang pertama untuk pencegahan perkawinan anak, kemudian pencegahan narkoba dan seks bebas. Tentunya nanti bisa dijabarkan sedemikian rupa dan mereka bisa melaksanakan serta menyosialisasikan,” ujar Anis.
Menurut Anis, keberadaan Duta Genre tidak hanya berkaitan dengan ajang pemilihan atau simbol representasi generasi muda. Para duta diharapkan mampu menjadi contoh sekaligus menyampaikan edukasi kepada teman sebaya.
“Jadi bagaimana remaja itu tidak sampai terjerumus pada tiga hal itu. Mereka bisa menjadi tolak ukur atau contoh untuk generasi di masanya,” katanya.
Ia menambahkan, proses seleksi Duta Genre Lamongan 2026 dibuka secara luas. DP3AKB tidak menunjuk sekolah tertentu, melainkan menyebarkan informasi melalui flyer sehingga para remaja dari berbagai sekolah memiliki kesempatan yang sama untuk mendaftar.
Peserta seleksi juga berasal dari sejumlah wilayah di Kabupaten Lamongan, termasuk kawasan selatan seperti Kecamatan Mantup.
“Intinya kita memberikan kesempatan yang sama, tetapi memang kita harus objektif. Jadi tidak kemudian karena di kota bagus, kemudian kita abaikan atau kita bela. Murni berdasarkan seleksi,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala DP3AKB Kabupaten Lamongan Aini Mas’idha mengatakan, pembinaan generasi muda tidak berhenti pada sepuluh peserta yang terpilih sebagai Duta Genre.
Para peserta seleksi akan dihimpun dalam sebuah komunitas sehingga mereka tetap dapat dilibatkan dalam berbagai kegiatan dan mendapatkan informasi maupun pembinaan dari DP3AKB.
Baca juga : Wabup Dewi Ajak Generasi Muda Kediri Perkuat Persatuan dan Jiwa Pancasilais
“Pasca ini biasanya memang kita bentuk komunitas. Jadi bukan hanya yang lima ini saja. Mulai seleksi awal kan ada 50 sekian, itu sudah kita buatkan grup. Nanti informasi-informasi akan kami sampaikan dan beberapa kegiatan akan kita libatkan,” ujarnya.
Menurut Aini, komunitas tersebut dapat menjadi wadah untuk meningkatkan kapasitas peserta sekaligus mendorong mereka aktif dalam kegiatan kepemudaan.
Pengalaman pada periode sebelumnya menunjukkan, peserta Genre juga dilibatkan dalam berbagai kegiatan, termasuk lomba dan seminar yang dilaksanakan secara daring.
“Utamanya sebagai panitia. Jadi mereka harus bisa sebagai pelopor dan sebagai motivator untuk kawan-kawannya. Itu mungkin yang paling penting,” kata Aini.
Dengan pola tersebut, DP3AKB Lamongan berharap semangat Genre tidak berhenti pada seremoni pemilihan, tetapi terus berkembang menjadi gerakan edukasi yang melibatkan lebih banyak remaja di Kabupaten Lamongan.***
Reporter: Suprapto
Editor : Hadiyin





