Jombang, LINGKARWILIS.COM – Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Kabupaten Jombang mulai mematangkan persiapan atlet untuk menghadapi Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Jawa Timur 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Ngawi pada November mendatang.
Tak sekadar menargetkan partisipasi, Perpani Jombang membidik medali emas dalam ajang tersebut. Keseriusan itu terlihat dari pelaksanaan pemusatan latihan (training center/TC) bersama di Kebun Ratu Tirta Wisata, Peterongan, Jombang, Jumat (30/10/2026).
Ketua Cabang Olahraga Panahan Jombang, M. Zulfani Fahriansyah, mengatakan target medali emas menjadi salah satu tolok ukur keberhasilan pembinaan atlet pelajar di daerahnya.
“Target kami jelas, ada atlet yang bisa menyumbangkan emas untuk Jombang di POPDA Jatim nanti. Ini menjadi motivasi tersendiri bagi para pelatih dan atlet untuk bekerja lebih keras,” ujar Zulfani di sela-sela latihan.
Menurutnya, Perpani Jombang telah melakukan sejumlah evaluasi, salah satunya melalui Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) yang sebelumnya digelar di Kebun Ratu Tirta Wisata. Dari proses seleksi tersebut, perhatian difokuskan pada atlet putri usia 17 tahun di nomor Standarbow.
Baca juga : Hindari Bus yang Diduga Makan Jalan, Truk Pengangkut Sapi Terguling di Perak Jombang
Lima atlet terbaik diproyeksikan untuk memperkuat kontingen Jombang di tingkat provinsi. Beberapa nama yang mencatatkan prestasi dalam seleksi di antaranya Aden Faras Wicaksono, Farannisa Fayyadah, dan Dihlah Nafisah Nizam.
“Seleksi ini bukan sekadar ajang unjuk gigi, tetapi benar-benar menjadi wadah evaluasi. Kami ingin memastikan atlet yang berangkat ke POPDA adalah mereka yang memiliki mental bertanding dan teknik yang siap,” jelasnya.
Optimisme Perpani Jombang juga ditopang prestasi atlet pada ajang Porprov Jawa Timur 2025 di Malang Raya. Saat itu, atlet panahan Jombang, Parisya Palmeda Nasywa Nihar, berhasil menyumbangkan medali emas pada nomor Barebow 50 meter putri.
Capaian tersebut menjadi motivasi bagi atlet pelajar untuk mengikuti jejak seniornya, bahkan meraih prestasi lebih tinggi di tingkat pelajar.
“Rekam jejak di Porprov menjadi motivasi. Kami berharap atlet pelajar bisa mengikuti jejak seniornya, bahkan melampaui pencapaian tersebut di level pelajar,” terangnya.
Baca juga : Disdagrin Kabupaten Kediri Finalisasi Zona Lapak Pasar Ngadiluwih, Pengundian Lokasi Digelar Pekan Depan
Zulfani mengakui persaingan cabang panahan pada POPDA Jatim tidak akan mudah. Sejumlah daerah, termasuk Jember dan Banyuwangi, juga telah menyatakan kesiapan untuk bersaing memperebutkan medali.
Meski demikian, Perpani Jombang tetap optimistis dengan potensi atlet yang dimiliki. Persiapan ini sekaligus menjadi bagian dari pembinaan jangka panjang untuk menghadapi Porprov 2027 di Surabaya.
“Kami sadar persaingan tidak mudah. Tetapi dengan kerja keras, dukungan KONI, dan doa masyarakat, kami optimis target emas ini bisa terwujud. Ini juga menjadi bagian dari persiapan jangka panjang menuju Porprov 2027 di Surabaya,” pungkas Zulfani.
Sementara itu, atlet panahan Jombang, Dihlah Nafisah Nizam, mengungkapkan bahwa persiapan dilakukan melalui tiga sesi latihan yang dilanjutkan dengan evaluasi. Ia juga terus meningkatkan kesiapan mental, menambah durasi latihan, dan melatih konsentrasi.
“Persiapannya yakni dari segi mental, menambah jam waktu latihan, dan melatih fokus dan lain-lain,” paparnya.
Dihlah berharap dapat memberikan hasil terbaik dan membawa pulang medali emas untuk Kabupaten Jombang dalam POPDA Jatim 2026.
“Latihan hari ini Standarbow dengan jarak 40 meter yang akan dilombakan di event POPDA Jatim 2026. Harapannya nanti cuaca mendukung sama dengan cuaca sekarang, tidak hujan waktu pelaksanaan event POPDA di Ngawi,” tutup Dihlah.***
Reporter: Taufiqur Rachman
Editor : Hadiyin





