Museum Sri Aji Jayabhaya Kediri Dikunjungi 5.000 Orang, Pelajar Mendominasi

Museum Sri Aji Jayabhaya Kediri Dikunjungi 5.000 Orang, Pelajar Mendominasi
Pengunjung museum Sri Aji Jayabhaya di Pamenang Pagu (bakti)

Kediri, LINGKARWILIS.COM – Museum Sri Aji Jayabhaya yang berada di kawasan Pamenang, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri, telah dikunjungi sekitar 5.000 orang hingga 31 Oktober 2026. Data Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kediri mencatat, mayoritas pengunjung berasal dari kalangan pelajar.

Pengunjung tersebut mencakup siswa TK, SD, hingga SMA, serta mahasiswa dari berbagai wilayah di Kabupaten Kediri. Selain pelajar, museum juga menarik minat kelompok ibu-ibu PKK, karang taruna, instansi pemerintah dan swasta, hingga masyarakat umum.

Daya tarik utama museum ini adalah koleksi artefak yang berkaitan dengan perjalanan sejarah Kerajaan Kediri pada masa lampau. Banyak pengunjung datang untuk melihat secara langsung benda-benda peninggalan sejarah tersebut.

Baca juga : Dua Terduga Pencuri Motor di Kediri Ditangkap Resmob Polres, Korban Rugi Rp16 Juta

Kepala Disparbud Kabupaten Kediri, Mustika Prayitno Adi, menyampaikan bahwa Museum Sri Aji Jayabhaya saat ini memiliki 54 artefak. Jumlah koleksi tersebut direncanakan bertambah pada tahap berikutnya.

Mustika mengapresiasi tingginya minat masyarakat, termasuk pengunjung dari berbagai daerah di Indonesia. Ia optimistis jumlah kunjungan akan terus meningkat hingga akhir 2026 dan memasuki awal 2027.

“Tingginya minat pengunjung ke museum ini membuat kami terus berbenah. Untuk jam buka museum mulai pukul 08.00 hingga pukul 12.00, pukul 12.00 hingga pukul 13.00 istirahat dan buka pukul 13.00 hingga pukul 15.00. Ada edukator atau pemandu profesional yang akan menyampaikan informasi lengkap ke pengunjung,” katanya.

Baca juga :Belanja APBN Kediri Raya Tembus Rp6,1 Triliun hingga September 2026

Menurut Mustika, penambahan koleksi artefak nantinya diharapkan semakin memperkaya informasi sejarah yang dapat dipelajari pengunjung. Dengan demikian, Museum Sri Aji Jayabhaya tidak hanya menjadi tempat melihat benda peninggalan masa lalu, tetapi juga sarana edukasi sejarah bagi masyarakat.***

Reporter : Bakti Wijayanto

Editor : Hadiyin

Responses (2)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *