Ada Apa ? Ditanya Soal Dana Karang Taruna yang Diduga Tidak Transparan, Lurah Blabak Belum Bisa Jawab

Lurah Blabak yang baru, Rohmat Setyo Riyanto mengaku masih baru dan belum mempelajari dana karang taruna.Rohmat Setyo Riyanto, Lurah Blabak yang dilantik sejak akhir Oktober 2023
Kediri, LINGKARWILIS.COM – Keresahan pengurus karang taruna periode 2022-2023 Kelurahan Blabak Kecamatan Pesantren Kota Kediri soal tidak transparannya penggunaan anggaran kegiatan mereka saat lurahnya dijabat Mochamad Yusuf sampai saat ini belum mendapat jawaban.
Kepala Kelurahan Blabak yang baru, Rohmat Setyo Riyanto mengaku masih baru dan belum mempelajari detail dana Prodamas tahun 2022 maupun 2023 termasuk dana karang taruna.  Padahal sebagai Lurah baru  Rohmat Setyo Riyanto bisa langsung minta data dan keterangan dari perangkatnya.
“saya belum bisa jawab, masih saya pelajari” ujar Lurah Blabak yang sudah dilantik sejak akhir Oktober 2023 ini, Senin (27/11/2023).
Karena saat ditanya soal program dan dana kegiatan sebelumnya Lurah Blabak tetap mengaku masih mempelajari, jurnalis Lingkarwilis.com berusaha mencari informasi pada Sekretaris Kelurahan Blabak tetapi anehnya saat ditanya selalu berkelit dan mencoba menghindar.
Untuk diketahui, alokasi dana Prodamas untuk kegiatan kepemudaan melalui karang taruna tahun 2022 sebesar Rp 31 juta per tahun diduga tidak jelas peruntukannya.
Meski dana bidang kepemudaan melalui karang taruna cukup besar tetapi semua pengurus karang taruna Kelurahan Blabak tidak pernah tahu wujud dana itu.
Demikian juga terkait program kegiatan karang taruna juga tidak ada sama sekali di tahun 2022. Padahal seharusnya ketika ada dana berarti juga ada program kegiatan untuk penyerapan dana tersebut.
Ketua karang taruna Kelurahan Blabak periode 2022-2023 AB, menuturkan, selama menjabat sejak 2022 lalu, ia mengaku tidak pernah melihat SK kepengurusan mereka apalagi mengelola sendiri dana untuk kegiatan kepemudaan.
“Tidak ada kegiatan sama sekali. Akhir tahun oleh Pak Lurah ( Mochamad Yusuf ) diajak rekreasi ke pantai di Tulungagung dan di sana pengurus karang taruna diminta tandatangan rangkap empat, yang nyuruh tanda tangan perangkat, ada juga pak lurah lama,” ujar AB.
“Di pantai kami hanya diberi makan pagi hari saja, selebihnya kami urunan beli makan sendiri,”sambungnya.
AB mengaku tidak tahu kegiatan apa saja yang digunakan untuk penyerapan anggaran kepemudaan yang sudah tersedia. Mengingat mereka tidak melaksanakan program kegiatan sama sekali.
“Semua sudah diatur oleh Pak Lurah bahkan kami disuruh buat kaos dengan biaya sendiri, malah pak lurah juga minta kaosnya, awalnya nanya sambil marah-marah,” ucapnya pada Jurnalis Lingkarwilis.com beberapa waktu lalu..****
Reporter : Agus Sulistyo Budi
Editor : Hadiyin

Leave a Reply