Soal Proyek RTH Alun-Alun, Manajer Proyek : Vendor Penyedia Jasa Beton Sudah Ditentukan dalam Kontrak Kerja 

Pembangunan RTH Alun-Alun Kota Kediri tetap dilanjutkanPembangunan RTH ALun-Alun Kota Kediri
Kediri, LINGKARWILIS.COM – PT Surya Graha Utama – KSO Sidoarjo selaku rekanan Dinas PUPR Kota Kediri yang menggarap proyek pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Alun-Alun Kota Kediri menegaskan bahwa semua detail pekerjaan sudah diatur oleh dinas PUPR.
Termasuk juga mengatur tentang  penyedia jasa beton, Dinas PUPR Kota Kediri merekomendasikan Unggul Jaya Beton yang kemudian menjadi satu-satunya vendor yang dipilih.
“Awalnya juga ada  pilihan Teratai Mekar Mix namun terkendala ijin operasional yang sudah tidak berlaku lagi,” ujar Supoyo, manajer proyek pembangunan RTH Alun-Alun Kota Kediri, kemarin.
“Semua ada dalam dokumen kontrak yang diterbitkan oleh PUPR jadi kami pihak rekanan mengikuti spek dan vendor yang ada dalam RKS/kontrak,” sambungnya.
Dalam kesempatan yang berbeda, Supoyo juga mengatakan jika memang ada masalah penyusutan kualitas beton seharusnya PUPR Kota Kediri segera menerbitkan rekomendasi penanganan ketika rapat progres pembangunan.
“Kami berkomitmen kekurangan tersebut akan kami selesaikan” tegas Supoyo.
Menjawab polemik pembangunan RTH alun-alun Kota Kediri, Kepala Dinas PUPR Kota Kediri  Endang Kartika Sari menyampaikan  masih memproses permintaan dokumen administrasi yang diminta rekanan.
“dari rekanan minta dokumen administrasi, masih kami persiapkan ,” ucapnya singkat usai RDP di DPRD Kota Kediri, Kamis (23/11/2023) lalu.
Sementara itu, Santoso S.H selaku kuasa hukum yang dipercaya PT Surya Graha Utama – KSO Sidoarjo memastikan kliennya tetap meneruskan pembangunan RTH Alun-Alun dan kini sudah mencapai 90 persen.
“Pengerjaan RTH alun-alun tidak dihentikan, tetap lanjut,” ujarnya.Santoso SH mengatakan kliennya yakni PT Surya Graha Utama – KSO Sidoarjo berkomitmen menuntaskan pengerjaan proyek pembangunan RTH alun-alun sesuai dengan target dan timeline yang sudah ditentukan berdasar kesepakatan bersama di kontrak kerja.

“ini komitmen klien kami,” tegasnya.

Bahkan, kata Santoso SH, biaya penuntasan pembangunan RTH alun-alun Kota Kediri masih memakai dana mandiri dari PT Surya Graha Utama – KSO Sidoarjo selaku kontraktor karena Dinas PUPR belum melakukan kewajiban membayar biaya proyek tersebut sejak termin pertama.

“sepeserpun belum ada pembayaran pada klien kami,” lanjutnya.

Santoso SH tidak mau menanggapi soal kesiapan melayangkan gugatan ke Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) bila benar-benar dilakukan pemutusan kontrak kerja oleh Dinas PUPR.

“klien kami fokus menyelesaikan tanggung jawab sesuai kesepakatan di kontrak kerja,” tutupnya.***

Reporter : Agus Sulistyo Budi

Editor : Hadiyin

Leave a Reply