LINGKARWILIS.COM – Insiden pengeroyokan terhadap anggota Polisi Militer Angkatan Laut (POMAL) terjadi pada Kamis (26/6) di kawasan Terminal Arjosari, Kota Malang menggemparkan sosial media.
Korban dikeroyok oleh beberapa Juru Penumpang (Jupang) di Terminal Arjosari hingga mengalami luka serius di beberapa bagian tubuhnya.
Usai kejadian, korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk mendapatkan perawatan intensif. Dari keterangan keluarga, korban menjalani operasi dan saat ini sudah siuman.
“Setelah masuk UGD sudah keluar dari ruang operasi dan kondisinya siuman. Ada beberapa luka (yang dioperasi) di kepala, wajah, dagu, sama di tangan kiri. Jadi tangan kiri itu dipasang pen, di jari tengah dan jari manis retak, dikasih pen,” terang Muhammad Fadholi, menantu korban saat ditemui di rumahnya, Senin (30/6).
Korban Kecelakaan Maut di Depan Terminal Lama Kediri Ternyata Pria, Bukan Wanita
Fadholi juga menambahkan bahwa selain luka robek di dagu dan memar pada wajah, bagian belakang kepala korban mengalami luka cukup parah.
Meski sudah dapat diajak berkomunikasi, korban masih harus menjalani perawatan lanjutan di rumah sakit. “Tapi memang belum diperbolehkan pulang,” tegasnya.
Sementara itu, proses pengejaran terhadap pelaku lain masih berlangsung. Aparat dari Polri dan TNI bekerja sama memburu para pelaku yang belum tertangkap.
Viral di Medsos! Pelaku Pencurian di Sekarpuro Ditangkap Polisi Saat Bersembunyi di Kota Malang
Pihak kepolisian mengonfirmasi bahwa tiga pelaku telah diamankan, yakni Ahmad Maulana (31), Roni Sejati (25), dan Nurul Hudi (29).
Ketiganya merupakan warga Gang Permadi, Jalan Muharto, Kelurahan Polehan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang.
Reporter :Arief Juli Prabowo
Editor: Shadinta Aulia Sanjaya





