Kediri, LINGKARWILIS.COM – Menjelang Hari Raya Idulfitri, beragam penganan khas Lebaran mulai diburu masyarakat. Salah satu yang paling diminati adalah rangginang khas Kediri. Produk ini diproduksi oleh Ny. Sulis, warga Desa Bangkok, Kecamatan Gurah, yang telah menekuni usaha tersebut selama kurang lebih satu dekade.
Memasuki musim Lebaran, permintaan rangginang buatannya mengalami peningkatan signifikan. Ny. Sulis menuturkan, ia memproduksi dua varian, yakni rangginang mentah dan rangginang matang siap konsumsi.
Untuk kemasan isi delapan keping yang telah digoreng, dipasarkan dengan harga Rp13.000 per bungkus. Sementara rangginang mentah dijual seharga Rp18.000 per kemasan.
“Menjelang Lebaran, pesanan bisa mencapai 100 bungkus per hari, mayoritas dari wilayah Kabupaten Kediri. Penjualan dilakukan secara daring, juga dipasarkan melalui toko dan swalayan setempat. Tersedia pula berbagai pilihan rasa,” ujarnya.
Baca juga : BPBD Kabupaten Kediri Berikan Edukasi Mitigasi Cuaca Ekstrem dalam TMMD ke-127
Selain rangginang, aneka produk lain turut meramaikan bazar. Ny. Ismi, pelaku usaha roti dan wader goreng kemasan, mengungkapkan usahanya telah berjalan sekitar enam tahun, khususnya untuk produksi wader goreng siap santap.
Ia menjelaskan, wader goreng dikemas dalam dua pilihan ukuran dengan harga Rp25.000 dan Rp35.000 per kemasan. Setiap hari, proses produksi membutuhkan sekitar 20 kilogram ikan wader yang diperoleh dari Sungai Brantas maupun pemasok lainnya.
“Pesanan roti dan wader goreng kemasan rata-rata mencapai 50 paket per hari. Kami juga melayani penjualan secara online. Produk wader kemasan sudah tersedia di sejumlah toko di wilayah Kabupaten Kediri,” tuturnya.
Baca juga : Satpol PP Kabupaten Kediri Pastikan Eks Lokalisasi dan Wisma Karaoke Tutup Selama Lebaran
Kehadiran pelaku UMKM tersebut menjadi daya tarik tersendiri di Bazar Ngabuburit yang digelar Pemerintah Kabupaten Kediri, sekaligus memberikan peluang peningkatan omzet bagi para produsen makanan tradisional menjelang Lebaran.***
Reporter : Bakti Wijayanto
Editor : Hadiyin





