APBD 2026 Dikebut, TKD Berkurang Rp 261 Miliar, DPRD Ponorogo Minta PAD Digenjot dan Belanja Seremonial Dipangkas

APBD 2026 Dikebut, TKD Berkurang Rp 261 Miliar — DPRD Ponorogo Minta PAD Digenjot dan Belanja Seremonial Dipangkas
Ketua DPRD Kabupaten Ponorogo, Dwi Agus Prayitno (Sony)

Ponorogo, LINGKARWILIS.COM – Penyusunan Raperda APBD Ponorogo 2026 terus digenjot agar dapat diselesaikan sebelum akhir November. Hampir semua fraksi DPRD mendesak pemerintah daerah menata ulang anggaran, menyusul berkurangnya transfer keuangan daerah (TKD) sebesar Rp 261 miliar.

Ketua DPRD Ponorogo, Dwi Agus Prayitno, mengatakan pemangkasan TKD tersebut membuat struktur anggaran berubah signifikan dari rancangan awal. Dengan perkiraan APBD 2026 kini tinggal sekitar Rp 2,2 triliun, ia meminta setiap OPD benar-benar memprioritaskan penggunaan anggaran.

bayar PBB Kota Kediri

“Pengurangan sekitar Rp 261 miliar ini mengharuskan kita menata kembali rencana anggaran. Belanja yang tidak wajib harus ditekan, termasuk kegiatan seremoni yang tidak berdampak langsung ke masyarakat,” ujar Dwi, yang akrab disapa Kang Wi.

Baca juga : Cegah Pohon Tumbang, DLHKP Kota Kediri Lakukan Pemangkasan di Jalan Durian

Selain menahan belanja yang kurang mendesak, DPRD juga menekankan pentingnya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Target PAD pada 2026 dipatok Rp 524 miliar. Namun, Kang Wi meminta langkah peningkatan pendapatan dilakukan secara bijak.

“PAD memang harus naik, tetapi jangan sampai memberatkan masyarakat. Potensi pendapatan baru harus digali, khususnya yang belum tersentuh selama ini,” tegasnya.

Fraksi-fraksi di DPRD turut memberi perhatian pada sektor layanan dasar. Mereka berharap pemangkasan anggaran tidak memengaruhi kinerja ASN, terutama dalam pelayanan kesehatan dan pendidikan.

“Jangan sampai pegawai kendor. Kegiatan yang sudah direncanakan harus tetap berjalan optimal,” tambah Kang Wi.

Baca juga : Sebanyak 40 Anggota Linmas Desa Jemekan Ikuti Pelatihan LBB dari Satpol PP Kabupaten Kediri

Dewan berharap penyesuaian imbas turunnya TKD tidak menurunkan kualitas layanan publik. Pemerintah daerah didorong lebih kreatif dalam mengoptimalkan pendapatan tanpa menambah beban masyarakat.

“Harus pandai-pandai menyesuaikan anggaran. Pelayanan publik tetap harus berjalan, dan PAD bisa naik tanpa membebani warga,” pungkasnya.***

Reporter: Sony Dwi Prastyo

Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ayahqqklik66klik66klik66ayahqqlonteqqklik66ayahqqhalubet76klik66klik66klik66klik66https://lingkarwilis.com/mail/https://dellacortevanvitelli.edu.it/argomento/https://dellacortevanvitelli.edu.it/argomento/albo-sindacale/https://www.medicallifesciences.org.uk/ckfiles/bandarqq/index.htmlhttps://kampungdigital.id/wp-includes/js/pkv-games/https://kampungdigital.id/wp-includes/js/bandarqq/https://kampungdigital.id/wp-includes/js/dominoqq/https://youthspaceinnovation.com/about/dominoqq/https://youthspaceinnovation.com/wp-includes/bandarqq/https://dutapendidikan.id/.private/pkv/https://dutapendidikan.id/.private/bandarqq/https://dutapendidikan.id/.private/dominoqq/https://ramanhospital.in/js/pkv-games/https://ramanhospital.in/js/bandarqq/https://ramanhospital.in/js/dominoqq/https://sunatrokifun.com/wp-includes/pkv-games/https://sunatrokifun.com/wp-includes/bandarqq/https://sunatrokifun.com/wp-includes/dominoqq/https://inl.co.id/themes/pkvgames/https://inl.co.id/themes/bandarqq/https://inl.co.id/themes/dominoqq/https://vyrclothing.com/https://umbi.edu/visit/https://newtonindonesia.co.id/pkv-games/https://newtonindonesia.co.id/bandarqq/https://newtonindonesia.co.id/dominoqq/https://dkpbuteng.com/dock/pkv-games/https://dkpbuteng.com/dock/bandarqq/https://dkpbuteng.com/dock/dominoqq/https://tamanzakat.org/wp-includes/pkv/https://tamanzakat.org/wp-includes/bandarqq/https://tamanzakat.org/wp-includes/dominoqq/https://rsiaadina.com/rs/pkv-games/https://rsiaadina.com/rs/bandarqq/https://rsiaadina.com/rs/dominoqq/https://cheersport.at/doc/pkv-games/SLOT4Dsitus toto