Washington, LINGKARWILIS.COM – Amerika Serikat dan Israel secara tegas menolak keputusan negara-negara Arab dalam pertemuan tingkat tinggi darurat di Kairo, Mesir, Selasa (5/3/2025).
Juru bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih, Brian Hughes, menyatakan bahwa rencana rekonstruksi Gaza yang diajukan oleh Mesir tidak mempertimbangkan kenyataan bahwa wilayah tersebut saat ini dalam kondisi tidak layak huni. \
Dilansir dari laman Minanews, Brian menekankan bahwa pembangunan kembali Gaza hanya dapat dilakukan dengan merelokasi penduduknya, sejalan dengan usulan mantan Presiden AS Donald Trump yang ingin mengubah Gaza menjadi “Riviera Timur Tengah.”
Baca juga : Angka Kesembuhan Sapi dari PMK di Kabupaten Kediri Capai 759 Ekor
Proposal rekonstruksi yang diajukan Mesir bernilai $53 miliar atau sekitar Rp864,5 triliun, dengan target penyelesaian dalam kurun waktu kurang dari enam tahun.
Dalam pertemuan puncak yang dihadiri perwakilan dari 22 negara anggota Liga Arab, dokumen perencanaan menunjukkan proyek pembangunan kawasan pemukiman modern, infrastruktur perkotaan, serta pengembangan sektor pariwisata, termasuk resor wisata.
Selain itu, rencana tersebut juga mencakup pembangunan pelabuhan komersial dan bandara, dengan pendanaan yang direncanakan berasal dari berbagai sumber, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), organisasi keuangan internasional, serta investasi sektor swasta dan asing.
Baca juga : Persik Kediri Kembali Terpuruk, Dibantai Persib Bandung 4-1
Presiden Mesir Abdel-Fattah el-Sissi menegaskan bahwa rencana ini bertujuan untuk membangun kembali Gaza tanpa perlu memindahkan penduduknya.
“Kami ingin memastikan bahwa warga Palestina tetap dapat tinggal di tanah mereka tanpa harus mengungsi,” ujarnya.
Namun, usulan Trump yang mendorong AS untuk mengambil alih Gaza dan mengubahnya menjadi “Riviera Timur Tengah” menuai kecaman luas, baik dari negara-negara Arab maupun komunitas internasional.
Kementerian Luar Negeri Israel turut mendukung sikap Washington dan menolak rencana Mesir, terutama terkait pembentukan komite teknokrat independen Palestina untuk mengelola Gaza.
Sementara itu, Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas menyambut baik inisiatif rekonstruksi dari negara-negara Arab, sekaligus mengapresiasi upaya Donald Trump dalam mengupayakan gencatan senjata antara Israel dan Hamas.
Hamas, yang telah mengalami blokade selama hampir dua dekade, juga menyatakan dukungan terhadap rencana tersebut.***
Editor : Hadiyin





