Bawa Keranda ke Depan Warung, Puluhan Warga Kota Batu Protes Alih Fungsi Fasum

Bawa Keranda ke Depan Warung, Puluhan Warga Kota Batu Protes Alih Fungsi Fasum
Bawa Keranda ke Depan Warung, Puluhan Warga Kota Batu Protes Alih Fungsi Fasum (Arief)

Batu, LINGKARWILIS.COM – Puluhan warga RT 04 dan RT 05 RW 12 mendatangi sebuah warung nasi goreng kambing di Jalan Bromo Gang 1, Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu, Kota Batu, Selasa (29/9/2026).

Kedatangan warga dipicu persoalan penggunaan lahan yang sebelumnya disebut sebagai fasilitas umum (fasum), antara lain digunakan untuk kamar mandi umum dan tempat penyimpanan keranda.

Aksi protes berlangsung spontan. Warga bahkan membawa keranda mayat dan meletakkannya di depan warung sebagai bentuk tuntutan agar lahan tersebut kembali difungsikan sebagaimana sebelumnya.

Berdasarkan kronologi, warga mulai berkumpul sekitar pukul 08.00 WIB. Tak lama kemudian, mereka bergerak menuju warung nasi goreng kambing yang berada di Jalan Bromo Gang 1.

Baca juga : Mega Science Center dan Budaya di Kota Batu Trial Opening, Hadirkan 617 Alat Peraga Interaktif

Sekitar pukul 08.10 WIB, warga menyampaikan keberatan kepada pemilik warung. Keranda yang dibawa kemudian ditempatkan di depan warung. Selain itu, warga juga menggalang tanda tangan sebagai petisi agar lahan yang mereka sebut sebagai fasum tersebut dikembalikan ke fungsi semula.

Persoalan tersebut akhirnya tidak berlanjut menjadi kericuhan. Warga dan pemilik warung sepakat menempuh jalur mediasi untuk menyelesaikan permasalahan.

Sekitar pukul 08.13 WIB, kedua pihak menyepakati pelaksanaan mediasi pada Rabu (30/9/2026) di Kantor Kelurahan Sisir.

Setelah kesepakatan tersebut tercapai, sekitar pukul 08.15 WIB warga membubarkan diri. Kondisi di sekitar lokasi selanjutnya kembali kondusif.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir Lurah Sisir Meryanto Handarto, perwakilan warga RT 04 dan RT 05 RW 12, pemilik warung Sudarmi dan Maman, Bhabinkamtibmas Kelurahan Sisir Aiptu Gatot Jarwanto serta Babinsa Kelurahan Sisir.

Warga meminta lahan yang kini digunakan untuk aktivitas warung dikembalikan seperti fungsi sebelumnya sebagai fasilitas umum, khususnya kamar mandi umum dan tempat penyimpanan keranda.

Baca juga : Disdik Kabupaten Kediri Segera Uji Coba Sekolah Lima Hari, Siapkan Layanan Mengaji

Persoalan tersebut selanjutnya akan dibahas dalam mediasi di Kantor Kelurahan Sisir. Pertemuan tersebut diharapkan dapat mempertemukan kepentingan kedua pihak sekaligus menjaga kondisi lingkungan tetap aman dan kondusif.***

Reporter: Arief Juli Prabowo

Editor :Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *