Batu, LINGKARWILIS.COM – Pelaksanaan program bedah rumah melalui Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kota Batu masih perlu dipercepat. Hingga pertengahan Oktober 2026, pembangunan rumah tidak layak huni (rutilahu) yang telah terealisasi baru mencapai 100 unit atau 28,25 persen dari total alokasi 354 rumah.
Dengan demikian, masih terdapat 254 unit rumah yang harus diselesaikan sebelum tahun anggaran 2026 berakhir.
Capaian tersebut menjadi perhatian pemerintah pusat. Pemerintah Kota Batu diminta mengoptimalkan waktu yang tersisa serta memperkuat koordinasi dengan pihak terkait agar pengerjaan seluruh rumah penerima bantuan dapat diselesaikan sesuai target.
Staf Khusus Menteri Bidang Internal dan Penjadwalan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI, Novelin Silalahi, menyampaikan bahwa Kota Batu memperoleh alokasi anggaran BSPS sebesar Rp 7,08 miliar pada tahun ini.
Baca juga : Kapolres Batu Gandeng SPSI Perkuat Komunikasi dan Jaga Kondusivitas Ketenagakerjaan
Namun, realisasi fisik program tersebut baru berkisar Rp 2 miliar. Menurutnya, capaian itu masih perlu ditingkatkan mengingat batas waktu pelaksanaan semakin dekat.
Novelin menegaskan, percepatan penyediaan hunian layak menjadi salah satu perhatian pemerintah pusat. Program tersebut juga merupakan bagian dari instruksi langsung Presiden RI Prabowo Subianto.
Karena itu, pemerintah daerah diharapkan segera mengatasi berbagai kendala pelaksanaan dan memastikan seluruh pihak yang terlibat bekerja secara terkoordinasi.
Secara keseluruhan, Jawa Timur mendapat alokasi BSPS sebesar Rp 719 miliar untuk 36.444 unit rumah. Jumlah tersebut menjadi alokasi terbesar kedua secara nasional.
Berdasarkan data hingga 9 Oktober 2026, realisasi program BSPS di Jawa Timur mencapai Rp 288 miliar dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 14.415 unit rumah.
Baca juga : Razia Patuh Semeru 2026 di Kawasan SLG, Satlantas Polres Kediri Amankan 19 Motor Berknalpot Bronx
Percepatan pembangunan hunian layak di wilayah Jawa Timur juga menjadi perhatian menjelang rencana kunjungan kerja Presiden pada 17 Desember mendatang. Dalam agenda tersebut, Presiden dijadwalkan meninjau lokasi sekaligus menghadiri akad massal rumah subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Dengan realisasi yang masih di bawah 30 persen, Pemkot Batu memiliki pekerjaan besar untuk menuntaskan 254 rumah yang belum terealisasi. Percepatan pengerjaan diharapkan membuat masyarakat penerima bantuan segera menempati hunian yang lebih layak sebelum akhir tahun.***
Reporter: Arief Juli Prabowo
Editor : Hadiyin





