Jombang, LINGKARWILIS.COM – Polres Jombang membentuk Satgas Preemptive Strike Polisi Jogo Sekolah sebagai upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan terbebas dari kekerasan. Peresmian satuan tugas tersebut ditandai dengan apel di Lapangan Mapolres Jombang, Senin (2/11/2026).
Apel dipimpin langsung Kapolres Jombang AKBP Yanto Mulyanto P. Kegiatan ini turut dihadiri pejabat utama Polres Jombang, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jombang, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jombang, para kepala sekolah, serta koordinator guru Bimbingan Konseling (BK) se-Kabupaten Jombang.
Dalam amanatnya, AKBP Yanto menekankan bahwa sekolah memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda. Namun, lingkungan pendidikan saat ini menghadapi berbagai tantangan yang perlu diantisipasi, mulai dari perundungan, judi online, penyalahgunaan narkoba, hingga kenakalan remaja.
“Sekolah sejatinya adalah rumah kedua, tempat di mana karakter dibentuk, ilmu ditabur, dan masa depan bangsa dianyam. Namun, kita tidak boleh menutup mata bahwa tantangan zaman semakin kompleks. Ancaman seperti perundungan, judi online, bahaya narkoba, hingga kenakalan remaja terus mengintai anak-anak kita,” ujar Kapolres.
Baca juga : Peringati HUT Ke-81 Jatim, Pasar Murah Pemprov Jatim Diserbu Warga di Mojoagung Jombang
Menurutnya, pembentukan Satgas Preemptive Strike Polisi Jogo Sekolah merupakan langkah pencegahan yang membutuhkan kerja sama berbagai pihak. Kepolisian tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan sekolah, tenaga pendidik, pemerintah, orang tua, dan masyarakat.
“Keberhasilan program ini tidak hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, tetapi juga membutuhkan kolaborasi antara pihak sekolah, tenaga pendidik, pemerintah, orang tua, dan masyarakat,” imbuhnya.
Kapolres juga memberikan arahan kepada personel yang bertugas sebagai polisi pendamping kelas dan polisi pengawas sekolah. Mereka diminta mampu menjadi teladan sekaligus sahabat bagi para siswa dengan mengedepankan pendekatan yang humanis dan persuasif.
“Pendekatan humanis dan persuasif harus dikedepankan dengan membangun komunikasi, mendengarkan keluhan siswa, serta melakukan deteksi dan pencegahan sejak dini,” terangnya.
Kepada para kepala sekolah dan guru BK, AKBP Yanto mengajak untuk memperkuat koordinasi dengan kepolisian dalam mengenali dan menangani berbagai persoalan yang dihadapi peserta didik.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama atas dukungan terhadap pelaksanaan program Polisi Jogo Sekolah.
Baca juga : Kelud Vertical Challenge 2026 Jadi Ajang Promosi Wisata Gunung Kelud, Peserta Nikmati Panorama Alam Kediri
Sementara itu, para pengurus OSIS diharapkan ikut mengambil peran sebagai penggerak perubahan positif di lingkungan pendidikan. Mereka diminta menjadi pelopor kedisiplinan, ketertiban, serta membantu menciptakan suasana sekolah yang sehat dan nyaman.
“Kepada anak-anakku, para pengurus OSIS, kalian adalah agen perubahan atau agent of change. Jadilah pelopor ketertiban dan kedisiplinan di sekolah masing-masing. Jangan ragu untuk merangkul teman-teman kalian dan jadilah mata serta telinga yang aktif dalam menciptakan lingkungan sekolah yang sehat, aman, dan nyaman,” paparnya.
Melalui pembentukan satgas tersebut, Polres Jombang berkomitmen memperkuat upaya pencegahan dengan menghadirkan personel kepolisian di lingkungan sekolah, membangun komunikasi bersama siswa, serta meningkatkan koordinasi dengan pihak pendidikan dan instansi terkait.
Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Kapolres Jombang secara resmi menyatakan Satgas Preemptive Strike Polisi Jogo Sekolah siap menjalankan tugas.***
Reporter: Taufiqur Rachman
Editor : Hadiyin





