MALANG, LINGKARWILIS.COM – Tim gabungan masih melakukan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) R. Soerjo, wilayah Kabupaten Malang. Berdasarkan hasil pemantauan hingga Selasa (20/10/2026) pukul 12.00 WIB, tercatat 57 titik panas (hotspot) di wilayah tersebut.
Penanganan dilakukan melalui operasi pemadaman darat dengan melibatkan sejumlah unsur, antara lain Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, Polisi Kehutanan (Polhut), Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), relawan, serta unsur terkait lainnya.
Berdasarkan laporan perkembangan BPBD Kabupaten Malang, kebakaran masih terjadi di wilayah Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari, serta kawasan Sabana dan Bukit Lincing, Desa Wonorejo, Kecamatan Lawang. Api di Bukit Lincing dilaporkan merupakan rembetan dari wilayah Pasuruan.
“Sebanyak 57 titik panas terpantau di kawasan Tahura R. Soerjo wilayah Kabupaten Malang, dengan 56 personel gabungan masih melakukan pemadaman darat dan tidak ada korban jiwa,” ujar Kalaksa BPBD Kabupaten Malang.
Operasi pemadaman difokuskan di kawasan Bukit Budugasu, Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari, kawasan Sabana, serta Bukit Lincing, Desa Wonorejo, Kecamatan Lawang.
Dalam operasi tersebut, tim gabungan melakukan pembuatan sekat bakar, penimbunan bara api yang masih terdapat pada pohon maupun area terdampak, serta pemotongan pohon tumbang yang berpotensi menyebabkan api merambat ke area lain.
Tim juga melanjutkan pemantauan kondisi kebakaran dan perkembangan titik api, sekaligus melakukan penjagaan terhadap bara api yang masih ditemukan di jalur pendakian.
Sebanyak 56 personel gabungan yang terdiri atas Polhut, Manggala Agni, MPA, IOF, relawan, dan HIPPAM terlibat dalam operasi pemadaman darat serta pemantauan kondisi di lapangan.
Namun, proses penanganan menghadapi kendala berupa medan yang curam. Sejumlah lokasi hanya dapat dijangkau dengan berjalan kaki sehingga membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai titik pemadaman.
Untuk mendukung kelancaran operasi, tim menggunakan pos masuk penanganan karhutla di Pos Perhutani jalur pendakian via Lawang dan jalur pendakian via Budugasu, Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari. Selain itu, jalur penanganan juga ditambah melalui Desa Tawangargo, Kecamatan Karangploso.
BPBD Kabupaten Malang menyebutkan, perkiraan luas lahan yang terbakar masih dalam proses pendataan oleh tim asesmen di lapangan. Sementara itu, kebutuhan mendesak dalam penanganan karhutla meliputi percepatan pemadaman dan dukungan logistik bagi personel yang bertugas melalui jalur Desa Tawangargo, Kecamatan Karangploso.
Sejumlah unsur yang terlibat dalam penanganan tersebut meliputi BPBD Kabupaten Malang, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Desa Toyomarto, pemerintah desa setempat, Perhutani, Tahura R. Soerjo, Manggala Agni, MPA Arjuna Welirang, HIPPAM, IOF, relawan, Marva Telekomunikasi, dan Buana Solusindo.
Hingga laporan diterbitkan pada Selasa (20/10/2026) pukul 12.00 WIB, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan. Tim gabungan masih melanjutkan upaya pemadaman darat dan pemantauan di sekitar area terdampak kebakaran.
BPBD Kabupaten Malang mengingatkan bahwa penanganan masih berlangsung, sementara pendataan luas lahan terbakar dan pemantauan titik api terus dilakukan oleh petugas di lapangan.