Agus Suherli menjelaskan bahwa tandon-tandon tersebut merupakan bantuan dari BPBD Provinsi Jawa Timur. Jika terjadi kekeringan dan ada permintaan dari warga, tandon berwarna kuning tersebut akan ditempatkan di lokasi-lokasi strategis untuk memudahkan warga dalam mengambil air. “Kami sudah siap menghadapi puncak musim kemarau,” ujarnya, Rabu (21/8).
Baca juga :Β Sukseskan Program Pemberian ASI Eksklusif, Pemkot Kediri Melalui Dinkes Lakukan Evaluasi dan Monitoring
Melihat pengalaman tahun 2023, beberapa kelurahan di Kota Blitar, seperti Kelurahan Sentul, Tanjungsari, Gedog, dan Ngadirejo, sering kali meminta bantuan droping air bersih.
Saat itu, debit air di sumur warga menurun drastis, memaksa mereka mengandalkan terpal untuk menampung air bersih. BPBD Kota Blitar rutin melakukan droping air bersih hingga tiga kali sehari untuk memenuhi kebutuhan warga di titik-titik rawan kekeringan ini.
Dengan persiapan yang dilakukan, BPBD berharap bisa lebih cepat merespons jika terjadi kondisi serupa di tahun 2024.***
Reporter : Aziz Wahyudi
Editor : Hadiyin