LINGKARWILIS.COM – Ketegangan kembali memuncak di wilayah Tepi Barat yang diduduki setelah sebuah kendaraan militer lapis baja milik Israel dilaporkan dengan sengaja menabrak bus yang membawa jamaah haji Palestina di kota Jenin, Sabtu, 31 Mei 2025 dini hari.
Adanya insiden ini menambah daftar panjang pelanggaran yang dilakukan pasukan Israel terhadap warga sipil Palestina dengan membabi buta.
Dalam video yang beredar di media sosial, bus jamaah haji sedang bersiap berangkat dari depan gedung gubernur Jenin menuju perbatasan Karama, sebagai bagian dari perjalanan menuju Arab Saudi melalui Yordania.
Para penumpangnya adalah warga lanjut usia Palestina, banyak di antaranya menderita penyakit kronis yang akan melaksanakan ibadah haji di Mekkah.
Proposal Gencatan Senjata 60 Hari Dikaji Hamas dan Israel, AS Jadi Mediator Kunci
Menurut kantor berita resmi Palestina, WAFA meski tidak ada korban luka dalam insiden tersebut, benturan keras yang disengaja itu menyebabkan kepanikan luar biasa di dalam bus jamaah haji.
Wakil Gubernur Jenin, Mansour al-Saadi, mengecam keras tindakan tersebut menyatakan bahwa kendaraan militer Israel “sengaja dan langsung menabrak” bus yang sedang terparkir.
“Ini bukan sekadar insiden. Ini adalah upaya intimidasi terhadap warga sipil yang bahkan dalam perjalanan ibadah pun tidak aman,” tegas al-Saadi.
Warga Palestina di Tepi Barat kerap kali harus melakukan perjalanan panjang dan melewati berbagai pembatasan untuk bisa menunaikan ibadah haji, termasuk menggunakan bandara di Yordania karena pembatasan akses ke bandara internasional oleh otoritas Israel.
Najwa Shihab Terlihat di Rumah Duka, Tidak Sedang Naik Haji!
Selain insiden penabrakan bus, gelombang penggerebekan militer Israel juga terjadi di beberapa wilayah Tepi Barat. Di Silat al-Harithiya, barat Jenin, tentara Israel menangkap seorang pemuda bernama Samer Jaradat. Saat pasukan Israel mundur dari lokasi, sebuah alat peledak dilaporkan meledak, namun tidak ada korban yang dikonfirmasi.
Sementara itu, di Tulkarem, tentara Israel menangkap Diana Ghalib Mazid (24 tahun) setelah menggerebek rumahnya di kota Anabta. Penggerebekan juga dilaporkan terjadi di Kamp Askar Baru dan Kamp al-Ain di Nablus, dengan suara tembakan dan bom kejut terdengar di wilayah tersebut.
Israel telah meningkatkan operasi militernya di wilayah Tepi Barat utara sejak Januari 2025, dengan fokus awal di Jenin dan meluas ke wilayah Tulkarem. Operasi militer ini menjadi bagian dari peningkatan agresi Israel sejak perang di Gaza meletus pada 7 Oktober 2023.
Data dari Kementerian Kesehatan Palestina mencatat, sejak saat itu, lebih dari 972 warga Palestina tewas dan lebih dari 7.000 lainnya terluka akibat agresi militer Israel dan serangan oleh pemukim ilegal di Tepi Barat.
Sebagai catatan, Mahkamah Internasional pada Juli 2023 telah menyatakan bahwa pendudukan Israel atas wilayah Palestina bertentangan dengan hukum internasional.
Editor: Shadinta Aulia Sanjaya





