PALESTINA, LINGKARWILIS.COM β Upaya perdamaian terbaru di Jalur Gaza kembali mencuat, setelah Hamas dan Israel dilaporkan tengah mempelajari proposal gencatan senjata yang dirancang oleh mediator Palestina-Amerika, Dr. Bishara Bahbah, dengan dukungan penuh dari utusan Amerika Serikat, Steve Witkoff.
Dikutip dari Al Mayadeen pada Senin (26/5/2025), inisiatif tersebut menawarkan kerangka gencatan senjata selama 60 hari, termasuk pembebasan 10 warga Israel yang ditawan, serta komitmen dari kedua pihak untuk menggelar perundingan langsung guna menghentikan konflik berkepanjangan di Gaza.
Dalam rincian tahapannya, lima tawanan akan dibebaskan di hari pertama, dan lima lainnya menyusul pada hari ketujuh masa gencatan senjata. Selama periode itu, truk-truk bantuan kemanusiaan dijadwalkan masuk ke Gaza secara harian.
Baca juga :Β Sebanyak 226 Situs Arkeologi di Gaza Rusak akibat Serangan Israel
Namun, pihak Hamas mengajukan usulan alternatif dengan durasi gencatan senjata diperpanjang menjadi 70 hari, mencakup pembebasan lima tawanan hidup dan lima lainnya yang telah gugur, tetap dalam dua tahap serupa.
Kedua usulan, baik versi mediator maupun Hamas, sama-sama menekankan pentingnya penghentian serangan, distribusi bantuan kemanusiaan, serta penahanan diri dari aktivitas permusuhan, termasuk larangan menyelundupkan atau mengembangkan persenjataan.
Selama masa jeda konflik, negosiasi akan difokuskan pada dua hal utama: komitmen Hamas untuk menghentikan serangan militer ke wilayah Israel, serta penyusunan kerangka politik jangka panjang. Ini mencakup pembentukan pemerintahan teknokrat, rekonstruksi Gaza, dan peta jalan penyelesaian konflik Palestina-Israel.
Baca juga :Β Krisis Kemanusiaan Memburuk, 94 Persen Rumah Sakit di Gaza Rusak atau Hancur
Amerika Serikat dijadwalkan mengambil peran sebagai penjamin terhadap implementasi proposal ini, dengan prasyarat bahwa kedua belah pihak terus melakukan perundingan secara serius dan terbuka.
Sumber Palestina menyebutkan bahwa pihak Israel secara prinsip telah menyetujui jumlah tawanan Palestina yang akan dibebaskan dan jadwal pelaksanaannya. Tim mediasi kini tinggal menunggu respon final dari kedua pihak.
Washington diperkirakan akan menyampaikan sikap resminya hari ini, yang menurut sumber tersebut, berpotensi memberikan lampu hijau terhadap rencana perdamaian tersebut.***
Editor : Hadiyin





