LINGKARWILIS.COM – Peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Desa Kanyoran, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, tidak hanya menjadi ajang seremonial tahunan.
Acara puncak yang digelar Kamis (4/9/2025) itu menjadi ruang bagi warga untuk meneguhkan kembali ikatan sosial sekaligus melestarikan budaya lokal.
Sorotan utama malam itu adalah penampilan gebyak campursari Sekar Kamulya asal Gampeng, Kecamatan Gampeng, Kabupaten Kediri. Musik bernuansa Jawa dengan sentuhan modern berhasil menghadirkan suasana hangat dan penuh kekeluargaan.
Ketua Panitia Hari Besar Nasional (PHBN) Desa Kanyoran, Yatiran, mengaku terharu dengan antusiasme warga.
βKami berterima kasih kepada seluruh warga dan pihak yang mendukung. Antusiasme masyarakat luar biasa, terutama pada malam puncak ini. Kehadiran Sekar Kamulyan benar-benar menambah semarak suasana,β ujarnya.
Pemkab Kediri Perketat Pengamanan Pasca Kerusuhan
Kepala Desa Kanyoran, Yitna, menambahkan bahwa makna peringatan kemerdekaan tidak boleh berhenti pada selebrasi semata.
βAcara ini menjadi simbol kebersamaan dan rasa syukur kita sebagai bangsa merdeka. Saya berharap semangat gotong royong warga tetap terjaga, sehingga Desa Kanyoran semakin maju,β ungkapnya.
Antusiasme warga terlihat jelas sepanjang malam. Mereka tidak hanya menjadi penonton, melainkan ikut larut dalam nyanyian dan jogetan bersama. Momen ini sekaligus menegaskan bahwa perayaan kemerdekaan bisa menjadi ajang perekat masyarakat lintas usia.
Melalui rangkaian kegiatan ini, Desa Kanyoran membuktikan bahwa semangat nasionalisme bisa berjalan seiring dengan upaya melestarikan tradisi. Campursari bukan sekadar hiburan, tetapi juga bagian dari identitas budaya yang perlu terus dijaga.
Reporter Agus Sulistyo Budi
Editor: Shadinta Aulia Sanjaya





