MALANG, LINGKARWILIS.COM — Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus menunjukkan komitmennya dalam menjamin pemerataan akses pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, turun langsung meninjau penyaluran bantuan biaya pendidikan bagi peserta didik dari keluarga prasejahtera di Kabupaten Malang, Selasa (30/12/2025).
Kegiatan tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan pendidikan benar-benar diterima oleh murid yang berhak serta dimanfaatkan sesuai peruntukannya. Aries menegaskan, kondisi ekonomi tidak boleh menjadi penghalang bagi anak-anak Jawa Timur untuk mengenyam pendidikan dan meraih masa depan yang lebih baik.
“Tidak boleh ada anak di Jawa Timur yang kehilangan kesempatan hanya karena keterbatasan ekonomi. Bantuan ini merupakan wujud kehadiran pemerintah agar peserta didik prasejahtera dapat belajar dengan tenang, percaya diri, dan tetap memiliki harapan,” ujar Aries, Rabu (31/12/2025).
Baca juga : Pisah Sambut Dandim 0809/Kediri, Ini Pesan Wali Kota Kediri
Ia berharap bantuan yang diberikan dapat menunjang kebutuhan pendidikan sekaligus menjadi motivasi bagi peserta didik untuk terus berprestasi dan mengejar cita-cita.
Setelah meninjau penyaluran bantuan di lokasi awal, Aries melanjutkan agenda dengan mengunjungi SMKN 1 Singosari. Di sekolah tersebut, ia memastikan bantuan diterima langsung oleh murid penerima tanpa kendala dalam proses distribusi.
Menurut Aries, peran sekolah sangat krusial dalam menjamin penyaluran bantuan berjalan transparan, akuntabel, dan tepat sasaran. Pengawasan yang baik dinilai penting agar bantuan benar-benar berdampak terhadap keberlangsungan pendidikan peserta didik.
“Kami ingin memastikan bantuan ini memberi dampak nyata terhadap proses belajar. Anak-anak harus tetap percaya diri, terus bersekolah, dan berani bermimpi besar,” katanya.
Program Bantuan Biaya Pendidikan bagi Keluarga Prasejahtera merupakan salah satu program unggulan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Program ini menyasar 48.077 peserta didik dari jenjang SMA, SMK, dan SLB di seluruh wilayah Jawa Timur yang berasal dari keluarga kurang mampu.
Aries menegaskan, program tersebut bukan sekadar bantuan finansial, melainkan investasi jangka panjang dalam membangun sumber daya manusia unggul di Jawa Timur.
“Kami meyakini potensi anak-anak tidak boleh terhambat oleh kondisi ekonomi. Program ini menjadi bagian dari ikhtiar besar untuk mewujudkan Pendidikan Wajib Belajar 13 Tahun,” tegasnya.
Ia menambahkan, tujuan utama program ini adalah menekan angka putus sekolah, menjamin keberlanjutan pendidikan, serta meningkatkan Angka Partisipasi Sekolah (APS), khususnya di jenjang pendidikan menengah dan pendidikan khusus.
Penyaluran bantuan dilakukan berdasarkan data keluarga prasejahtera yang telah diverifikasi, sehingga pendekatan berbasis data menjadi kunci agar bantuan tepat sasaran dan efektif meringankan beban keluarga penerima.
Dengan pengawalan langsung dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, program ini diharapkan mampu menjadi jaring pengaman pendidikan sekaligus memastikan tidak ada anak di Jawa Timur yang tertinggal akibat keterbatasan ekonomi.***
Reporter : Arif Prabowo
Editor : Hadiyin






