Jombang, LINGKARWILIS.COM – Upaya menjaga stabilitas keamanan dan kondusivitas wilayah terus dilakukan Kodim 0814/Jombang. Salah satunya melalui kegiatan Pembinaan Komunikasi (Binkom) Cegah Konflik Sosial yang digelar Pusintelad bersama Jaring Intelijen Jombang di Aula Makodim 0814/Jombang, Selasa (22/9/2026).
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 100 peserta. Forum ini menjadi wadah untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, serta berbagai unsur masyarakat dalam mengantisipasi potensi konflik sosial.
Dandim 0814/Jombang Letkol Kav Dicky Prasojo mengatakan, upaya mencegah konflik tidak dapat dilakukan hanya oleh satu pihak. Dibutuhkan komunikasi yang baik serta keterlibatan berbagai elemen masyarakat untuk menyelesaikan persoalan sebelum berkembang menjadi konflik.
Menurutnya, perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar dalam kehidupan bermasyarakat. Namun, setiap perbedaan perlu disikapi dengan saling menghargai dan tetap mengedepankan kepentingan persatuan.
Baca juga : HUT ke-81 TNI, Kodim Kediri Gelar Bazar dan Pameran Produk UMKM
“Setiap persoalan harus diselesaikan secara tepat sebelum berkembang menjadi konflik. Perbedaan pendapat itu biasa, yang penting kita tetap menjunjung tinggi persatuan,” ujar Dicky dalam sambutannya.
Sementara itu, Katim Binkom Cegah Konflik Sosial Pusintelad Letkol Arm Dwi Sutaryo menyoroti pentingnya upaya pencegahan serta kemampuan melakukan deteksi dini terhadap berbagai persoalan yang berpotensi menimbulkan konflik.
Ia menyebut, sinergi antara Forkopimda, aparat keamanan, tokoh masyarakat, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat secara luas diperlukan untuk mengenali potensi gangguan sejak awal.
“Deteksi dini adalah kunci. Jangan sampai persoalan kecil dibiarkan menumpuk lalu menjadi besar. Kita harus peka dan cepat bergerak,” tegas Dwi.
Dalam pembinaan tersebut, para peserta memperoleh sejumlah materi, di antaranya tentang bela negara, penegakan hukum dalam penanganan konflik sosial, serta peran masyarakat dalam mencegah munculnya konflik di lingkungan masing-masing.
Baca juga : Bantuan Beras Pemerintah Pusat Dinilai Meringankan Beban Warga Kabupaten Kediri
Kegiatan juga dilengkapi dengan diskusi dan sesi tanya jawab. Forum tersebut dimanfaatkan peserta untuk bertukar informasi sekaligus mengidentifikasi berbagai potensi persoalan yang dapat berkembang menjadi konflik di wilayah Kabupaten Jombang.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan aman. Melalui pembinaan tersebut, diharapkan koordinasi dan sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, serta masyarakat semakin kuat dalam menjaga situasi Jombang tetap kondusif.
“Sinergi ini bukan sekadar formalitas. Ini kebutuhan kita bersama untuk memastikan wilayah tetap aman dan damai,” pungkasnya.***
Reporter: Taufiqur Rachman
Editor : Hadiyin





