LINGKARWILIS.COM – Menyusul merebaknya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak, khususnya sapi. Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Jombang bergerak cepat dengan melakukan inspeksi dan pengecekan di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Desa Candimulyo. Langkah ini dilakukan sebagai upaya antisipasi dan pencegahan penyebaran penyakit tersebut.
Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan melalui Kasatreskrim AKP Margono Suhendra menjelaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa hewan yang dipotong dalam kondisi sehat dan bebas dari penyakit.
“Kami ingin memastikan bahwa semua sapi yang dipotong di RPH telah melalui pemeriksaan kesehatan yang ketat. Ini penting untuk melindungi masyarakat dari daging yang terkontaminasi serta mencegah penyebaran wabah PMK yang dapat berdampak pada perekonomian peternak,” ujar Margono.
Kasus PMK di Kediri Meningkat, 1.116 Ekor Ternak Terpapar
Dalam inspeksi tersebut, petugas juga mengambil sampel daging serta memeriksa kelengkapan surat kesehatan hewan yang dikeluarkan oleh dinas terkait.
Selain itu, Polres Jombang mengimbau pemilik RPH agar senantiasa menjaga kebersihan lingkungan serta memastikan proses pemotongan dilakukan sesuai prosedur kesehatan yang telah ditetapkan.
AKP Margono Suhendra juga mengingatkan masyarakat untuk lebih selektif dalam membeli daging dengan memastikan produk yang dikonsumsi berasal dari sumber yang aman.
“Kami mengimbau masyarakat untuk membeli daging dari tempat yang terpercaya dan sudah memiliki sertifikasi kesehatan hewan,” jelasnya.
Kasus PMK di Kediri Meningkat, 1.116 Ekor Ternak Terpapar
Lebih lanjut, ia mengajak masyarakat untuk segera melapor apabila menemukan dugaan penyimpangan atau pemotongan hewan yang tidak sehat.
“Dengan adanya langkah pengawasan ini, diharapkan wabah PMK dapat dikendalikan dan tidak semakin meluas, sehingga keamanan pangan dan kesehatan masyarakat tetap terjaga,” pungkasnya. (Ag/st2)
Editor: Shadinta Aulia Sanjaya
