Blitar, LINGKARWILIS.COM – Cuaca ekstrem melanda Desa Sidorejo, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar, Senin sore (30/09/2024). Hujan lebat yang disertai angin kencang menghancurkan setidaknya 14 rumah dalam waktu 20 menit.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar, Ivong Betrryanto, mengonfirmasi bahwa kejadian tersebut juga mengakibatkan satu orang terluka ringan.
“Kejadiannya cepat, sekitar 20 menit. Banyak rumah terdampak dan pohon-pohon tumbang di jalan, namun tidak ada korban jiwa. Hanya satu warga yang mengalami luka ringan,” kata Ivong pada Selasa (1/10/2024).
Korban luka adalah Panijem (58), warga Desa Sidorejo. Ia terluka ketika asbes rumahnya ambrol dan mengenai kepalanya. Panijem segera dilarikan ke RSUD Srengat untuk mendapatkan perawatan.
Baca juga : Kinerja APBN Kediri Raya Triwulan III 2024: Surplus Meski Penerimaan Kontraksi
BPBD segera turun ke lokasi setelah kejadian untuk membersihkan puing-puing dan memotong pohon yang tumbang di jalan. Pohon yang tumbang di jalan Dusun Selorejo terus dibersihkan hingga Selasa pagi (1/10), dan warga yang rumahnya rusak juga diberikan bantuan berupa terpal dan sembako.
Sejumlah rumah mengalami kerusakan parah, seperti rumah milik Bibit yang atapnya tertimpa pohon petai. Rumah lainnya, termasuk milik Wiji dan Untung, mengalami kerusakan ringan hingga sedang. Selain itu, kandang ayam milik Ahmad Anshori di Dusun Selorejo ambruk akibat angin kencang, mengakibatkan kerugian besar.
Kandang berukuran 9×65 meter roboh, mengakibatkan 4.000 ekor ayam berusia 10 hari kocar-kacir, dengan total kerugian diperkirakan mencapai Rp 150 juta.
Baca juga : Pria Kediri Curi Uang Rp 107 Juta untuk Judi Sabung Ayam. Polres Jombang Beberakan Fakta!
Ivong mengimbau warga agar tetap waspada terhadap cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi dalam waktu dekat.***
Reporter: Aziz Wahyudi
Editor ; Hadiyin





