Trenggalek, LINGKARWILIS.COM – Pemerintah Kabupaten Trenggalek memastikan stok beras di wilayahnya aman hingga akhir Desember 2024. Saat ini, terdapat 760 ton beras yang tersimpan di gudang Bulog Trenggalek, dengan tambahan 900 ton beras impor yang dijadwalkan tiba pada Oktober.
Sekretaris Daerah Trenggalek, Edy Soepriyanto, menyampaikan hal ini saat meninjau stok di gudang beras Bulog Karangsoko. “Dengan jumlah stok yang ada, dipastikan beras di Trenggalek akan mencukupi kebutuhan hingga akhir tahun,” ujar Edy.
Stok beras tersebut akan digunakan untuk berbagai kebutuhan daerah, termasuk dalam gerakan pangan murah yang bertujuan mengendalikan lonjakan harga, terutama menjelang Natal dan Tahun Baru. Program ini akan diwujudkan melalui operasi pasar yang dilakukan secara insidental sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Baca juga : Sebanyak 35 Peserta dari Kota Kediri Siap Bertanding dalam Porsadin Tingkat Jatim, Ini Infonya
“Terkait gerakan pangan murah dan kesiapan operasi pasar, insyaallah stok beras kami aman untuk menghadapi lonjakan harga hingga Desember,” tambah Edy.
Edy juga menjelaskan bahwa impor beras ini merupakan langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas harga beras di tengah penurunan produksi lokal. Meski demikian, serapan beras lokal tetap menjadi prioritas, dan upaya untuk memaksimalkan produksi dalam negeri akan terus dilakukan.
Kepala Gudang Bulog Trenggalek, Yuli Hartono, menambahkan bahwa 900 ton beras impor tersebut dijadwalkan tiba pada 4 Oktober. Selain itu, Bulog Trenggalek masih memiliki cadangan 120 ton beras lokal yang akan digunakan untuk mendukung gerakan pangan murah.
Baca juga : Bawaslu Gelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas Panwascam se-Kabupaten Kediri untuk Pemilu 2024
“Stok beras di Bulog per 26 September tercatat sebesar 760 ton, dan kita akan menerima tambahan 900 ton dari beras impor pada 4 Oktober,” jelas Yuli.
Saat ini, Bulog belum menambah cadangan beras dari produksi lokal karena harga gabah yang masih tinggi, tetapi stok yang ada diperkirakan cukup hingga akhir tahun.***
Reporter: Angga Prasetya
Editor: Hadiyin





