Ponorogo, LINGKARWILIS.COM – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Ponorogo akan diperluas. Sebanyak 20 usulan titik pendirian dapur mandiri atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kini tengah dalam proses pengajuan oleh masyarakat ke Badan Gizi Nasional (BGN).
Komandan Kodim (Dandim) 0802/Ponorogo, Letkol Inf Dwi Soerjono, mengungkapkan bahwa titik-titik pengajuan tersebar di sejumlah kecamatan seperti Sukorejo, Badegan, Slahung, serta kawasan perkotaan, termasuk di Kelurahan Tonatan—tepatnya di depan Kantor Bawaslu Ponorogo.
“Pendirian dapur mandiri ini merupakan inisiatif langsung dari masyarakat. Kami dari TNI hanya melakukan pendampingan dan memastikan agar tidak terjadi tumpang tindih dalam penyaluran manfaat,” ujar Dwi Soerjono, Senin (28/7/2025).
Baca juga : Sebanyak 10 Ribu Lebih Pelanggaran Terjaring Selama Operasi Patuh Semeru 2025 di Kota Kediri
Dandim menjelaskan, meskipun bersifat swadaya, seluruh dapur tetap harus memenuhi spesifikasi teknis yang ditetapkan oleh BGN. Sebelum dinyatakan resmi, setiap dapur juga wajib melalui proses verifikasi dan evaluasi kelayakan.
“Beberapa titik sudah dalam tahap pembangunan. Ditargetkan selesai dalam dua hingga tiga bulan ke depan dan mulai operasional awal tahun mendatang,” tambahnya.
Hingga saat ini, baru terdapat satu dapur aktif yang melayani program MBG di Ponorogo. Dengan tambahan 20 dapur mandiri, jumlahnya akan meningkat menjadi 21. Namun menurut Dwi, angka tersebut belum cukup untuk menjangkau seluruh penerima manfaat di wilayah ini. Ia memperkirakan dibutuhkan setidaknya 60 hingga 70 dapur agar cakupan layanan MBG bisa optimal.
Baca juga : Setubuhi Anak Tetangga yang Masih di Bawah Umur, Warga Ngrayun, Ponorogo, Terancam Dipenjara 15 Tahun
Ia juga mendorong partisipasi masyarakat yang ingin berkontribusi melalui pendirian dapur mandiri. “Silakan ajukan lokasi, nanti akan dinilai kelayakannya oleh pihak BGN,” pungkasnya.***
Reporter: Sony Dwi Prastyo
Editor: Hadiyin





