LAMONGAN, LINGKARWILIS.COM – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi oleh Presiden RI Prabowo Subianto melalui Badan Gizi Nasional (BGN), tidak hanya menekankan pemenuhan gizi anak sekolah, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi masyarakat di Kabupaten Lamongan.
Salah satu dapur umum MBG yang berada di Desa Lopang, Kecamatan Kembangbahu, menjadi tempat pengolahan dan distribusi makanan bergizi sekaligus menyerap 47 tenaga kerja lokal, terdiri dari 35 perempuan dan 12 laki-laki, mayoritas berasal dari desa setempat.
Menurut Ganang Satria Wijaya, mitra dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Lopang, para pekerja dibagi ke dalam empat shift kerja untuk memastikan seluruh tahapan mulai dari pencucian alat, pengemasan makanan, hingga distribusi berjalan lancar.
Baca juga : DKPP Kabupaten Kediri Pastikan Hewan Kurban Sehat dan Stok Aman
“Ada yang mulai mencuci ompreng siang hari pukul 12.00–14.00, sementara proses pengemasan makanan dilakukan pada dini hari antara pukul 00.00–03.00. Untuk pengiriman ke sekolah dimulai pukul 06.00 pagi,” jelas Ganang, Selasa (27/5/2025).
Tak hanya menyerap tenaga kerja, program MBG juga mendorong pemberdayaan UMKM lokal. Semua bahan pangan, seperti beras, daging ayam, telur, sayuran, dan buah-buahan, dibeli langsung dari petani dan pedagang di wilayah Lamongan. Dalam sehari, dapur umum ini mengolah sekitar 3 kuintal ayam, 2,5 kuintal telur, serta berbagai sayur dan buah dalam jumlah besar.
Dari segi distribusi, dapur umum SPPG Lopang telah menyalurkan 3.167 porsi makanan bergizi ke 36 lembaga pendidikan di empat desa: Lopang, Kembangbahu, Pelang, dan Puter. Angka tersebut mengalami peningkatan dibanding hari sebelumnya, mendekati target harian sebanyak 3.423 porsi.
Baca juga : Hingga Mei 2025, 312 Pencari Kerja Ajukan Kartu Kuning di Kabupaten Kediri
Ganang menyebut, keberhasilan dapur umum ini mencerminkan tujuan program MBG sebagai bentuk integrasi antara peningkatan kesehatan anak dan penguatan ekonomi masyarakat.
“Ini menjadi bukti bahwa program MBG bukan hanya soal makan bergizi, tapi juga upaya konkret pemerintah dalam memberdayakan warga dan mendukung kesejahteraan bersama,” pungkasnya.***
Reporter : Suprapto
Editor : Hadiyin





