Kediri, LINGKARWILIS.COM – Nuansa religius sekaligus hangat terasa memenuhi Lapangan Desa Janti, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, ketika ratusan warga berkumpul mengikuti Ngaji Bareng bersama dai asal Selopuro, Blitar, KH. Luqman Syafi’i.
Kegiatan yang digelar di ruang terbuka ini bukan hanya menjadi sarana memperdalam wawasan keislaman, namun juga wadah mempererat kebersamaan di tengah masyarakat.
Kepala Desa Janti, Muryadi, menjelaskan bahwa Ngaji Bareng menjadi rangkaian penutup dari berbagai agenda desa sejak Mei lalu, mulai peringatan Hari Kemerdekaan RI, Grebeg Suro, hingga bakti sosial santunan anak yatim.
Menurutnya, kegiatan ini merupakan upaya pemerintah desa untuk merawat keharmonisan sosial sekaligus memohon keberkahan serta ridho Allah SWT.
Tema yang diangkat, “Merajut Kebersamaan dan Meningkatkan Iman serta Takwa antara Ulama, Umaro, dan Warga”, menjadi landasan pelaksanaan acara.
“Tanpa dukungan semua pihak—terlebih para ulama dan masyarakat—program pemerintahan tidak akan berjalan maksimal. Termasuk kegiatan santunan anak yatim, sebaik apa pun koordinasinya, tidak akan sukses tanpa kerja sama Fatayat dan Muslimat,” tuturnya, Sabtu (29/11).
Baca juga : BPBD Kabupaten Kediri Evakuasi Jasad Anak Tenggelam di Sungai Brantas
Ia menambahkan, solidaritas warga Janti selama ini sangat luar biasa. Berkat kekompakan tersebut, desa mampu memberikan perhatian hingga memberdayakan anak-anak yatim sampai dewasa.
Muryadi menilai kegiatan religius seperti ini penting untuk menjaga keharmonisan hubungan sosial.
“Selain meningkatkan iman dan takwa, acara ini kami adakan untuk menciptakan suasana yang guyub, rukun, adem, ayem, dan tentram,” ujarnya.
Sejak awal acara, antusiasme warga tampak jelas. Lapangan desa dipadati masyarakat dari berbagai usia, mulai remaja hingga tokoh masyarakat. Banyak warga hadir bersama keluarga, menjadikan kegiatan ini bukan sekadar forum keagamaan, melainkan juga ajang silaturahmi dan rekreasi bernuansa islami.
Dalam tausiyahnya, KH. Luqman Syafi’i menekankan pentingnya menjaga ukhuwah dan kepedulian sosial dalam kehidupan sehari-hari. Ia menyebut masyarakat desa seperti Janti memiliki modal sosial kuat yang perlu dirawat melalui kegiatan keagamaan sebagai perekat nilai kemanusiaan dan kebangsaan.
Suasana religius kian terasa dengan lantunan hadrah Al Ghazali yang dibawakan para pemuda. Shalawat yang menggema membuat sebagian jamaah turut bershalawat bersama.
Selain memperkuat tali persaudaraan, acara ini juga diharapkan menjadi pengingat bagi warga agar tetap kompak menghadapi perubahan musim dan dinamika sosial demi terciptanya lingkungan desa yang aman dan harmonis.***
Reporter: Agus Ely Burhan
Editor : Hadiyin




