LINGKARWILIS.COM – Ratna Sari Dewi Soekarno, istri kelima Presiden pertama Republik Indonesia, kembali mencuri perhatian publik.
Kali ini, bukan karena kontroversi masa lalunya, melainkan langkah politik berani yang diambil yakni mendirikan partai dan mencalonkan diri dalam pemilihan legislatif Jepang.
Dewi Soekarno mengumumkan pembentukan partai politik baru 12 Heiwa To (12平和党) pada Rabu, 12 Februari 2025.
Angka 12 diambil dari pengucapan dalam bahasa Jepang untuk suara anjing dan kucing: *wan* dan *nyan*, menjadikan partai ini populer disebut “Partai Wan-Nyan”.
PMI Asal Ponorogo Tewas dalam Insiden Kecelakaan Kerja di Jepang, Keluarga Tolak Kremasi
Fokus utama partai yang diusung Dewi Soekarno adalah memperjuangkan kesejahteraan hewan khususnya kucing dan anjing di Jepang.
Sebagai bagian dari ambisinya mencalonkan diri ke Majelis Tinggi Parlemen Jepang melalui sistem perwakilan proporsional, Dewi telah mengganti kewarganegaraannya kembali ke Jepang.
Langkah ini sekaligus menandai berakhirnya statusnya sebagai warga negara Indonesia yang ia sandang sejak 1965.
Beberapa Unggahannya di media sosial menunjukkan semangat tinggi menjadi calon anggota DPRD di Jepang.
Konflik Memanas di Perbatasan Thailand dan Kamboja, Warga Sipil Jadi Korban
Dalam salah satu postingan, Dewi menyebut, “I want a victory in the House of Representatives. Only the ruling party led by Mr. Kamiya can change Japan today.”
Ia juga mengapresiasi keberhasilan politisi muda seperti Sachiko Oyamazato dari Fukushima yang mengantongi 180.000 suara dalam pemilihan pertamanya.
Nama-nama besar seperti Masako Mori, Shinjiro Koizumi, dan Yurikoto Koike disebut hadir mendukung pergerakan politik ini.
Siapa Sebenarnya Ratna Sari Dewi Soekarno?
Dewi Soekarno lahir di Tokyo pada 6 Februari 1940 dengan nama Nemoto Naoko. Ia berasal dari keluarga sederhana dan bekerja sebagai pegawai asuransi sebelum masuk ke dunia hiburan.
Kecintaannya pada seni membawanya ke dunia teater dan televisi, menjadikannya selebritas terkenal di Jepang.
Titik balik hidupnya terjadi pada 1962, ketika ia menikah dengan Presiden Soekarno di usia 22 tahun.
Ia kemudian pindah ke Indonesia, mengganti namanya menjadi Naoko Ratna Sari Dewi Soekarno, dan memperoleh kewarganegaraan Indonesia. Pasangan ini dikaruniai seorang putri, Kartika Sari Dewi Soekarno.
Setelah wafatnya Soekarno, Dewi menetap di berbagai negara Eropa dan Amerika Serikat sebelum kembali ke Tokyo pada 2008. Di sana, ia aktif di dunia bisnis, perhiasan, dan televisi.
Meski kerap tampil elegan di media, Dewi juga pernah menjadi sorotan karena insiden kontroversial termasuk peristiwa tahun 1992.
Saat ia melemparkan gelas anggur ke wajah putri mantan Presiden Filipina dalam sebuah pesta di AS, yang membuatnya dijatuhi hukuman 34 hari penjara.
Kini, sosok yang juga dikenal dengan sebutan Dewi Fujin (デヴィ婦人) atau Madame Dewi, memulai babak baru dalam hidupnya: memperjuangkan hak-hak hewan melalui parlemen Jepang.
Editor: Shadinta Aulia Sanjaya