Kediri, LINGKARWILIS.COM – Kabupaten Kediri yang dikenal sebagai salah satu lumbung pangan Jawa Timur terus berupaya menjaga stabilitas produksi pertaniannya.
Untuk menekan serangan organisme pengganggu tanaman (OPT), para petani memasang jaring pengaman berukuran besar di pinggir jalan, metode yang sudah lazim dilakukan sepanjang tahun.
Di wilayah Ngadiluwih, Ringinrejo, Kandat, Kepung, hingga Plosoklaten, jaring tersebut mudah ditemui. Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dispertabun) Kabupaten Kediri pun memberikan apresiasi atas inisiatif petani ini.
Plt Kepala Dispertabun Kabupaten Kediri, Sukadi, menilai langkah tersebut terbukti membantu memutus rantai serangan OPT.
“OPT yang dimaksud antara lain walang sangit, belalang, ampal, uret, dan wereng. Jaring jebakan ini berfungsi menangkap imago atau induk hama agar tidak menyeberang ke lahan pertanian. Dengan begitu, siklus hidup hama bisa diputus,” jelasnya.
Baca juga : Warga Kelurahan Singonegaran, Kota Kediri Antusias Ikuti Jalan Santai, Pak Lurah Beri Apresiasi
Ia menambahkan, uret dewasa memiliki kemampuan berkembang biak dan bermigrasi dengan cepat sehingga sangat berpotensi merusak tanaman bila tidak dikendalikan.
Sementara itu, Suparji (50), petani tebu asal Ngadiluwih, mengaku rutin memasang jaring jebakan. Setiap pagi, ia menemukan banyak serangga hingga burung kecil yang terperangkap di jaring.
“Karena di sekitar lahan ada berbagai tanaman seperti tebu, padi, jagung, dan sayuran, jaring ini sangat membantu mengurangi serangan hama,” ujarnya.
Baca juga : Disperindag Kabupaten Kediri Pastikan Stok Gas Aman Jelang Akhir Tahun
Di tengah kondisi kemarau dengan suhu ekstrem, keberadaan jaring jebakan dinilai semakin penting. Selain efektif mengurangi serangan OPT, upaya ini juga menjaga hasil panen tetap optimal.***
Reporter : Bakti Wijayanto
Editor : Hadiyin





