BLITAR, LINGKARWILIS.COM – Pemerintah Kabupaten Blitar bergerak cepat menangani amblesnya jembatan penghubung Desa Banggle dan Desa Sawentar, Kecamatan Kanigoro. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) menargetkan jembatan tersebut sudah dapat dilalui kembali sebelum Hari Raya Idulfitri tahun ini.
Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Kabupaten Blitar, Hamdan Zulkifli Kurniawan, menyampaikan bahwa penanganan segera dilakukan begitu laporan kerusakan diterima. Setelah melalui kajian teknis, diputuskan jembatan akan dibangun kembali mengingat fungsinya yang sangat vital bagi aktivitas warga.
“Jembatan ini menjadi akses utama penghubung dua desa dan sangat menunjang mobilitas masyarakat sehari-hari. Karena itu, kami putuskan untuk segera melakukan pembangunan ulang,” ujar Hamdan, Rabu (28/1/2026).
Baca juga : Satpol PP Kabupaten Kediri Amankan Nenek Terlantar di Wilayah Tarokan
Ia menjelaskan, dalam kondisi darurat, DPUPR dapat memanfaatkan anggaran dari pos Unit Reaksi Cepat (URC) yang tersedia di lingkungan Pemkab Blitar. Dana tersebut biasa digunakan untuk penanganan infrastruktur mendesak, seperti perbaikan jalan berlubang maupun jembatan rusak.
Meski belum dapat memastikan besaran anggaran yang dialokasikan, Hamdan menegaskan fokus utama saat ini adalah percepatan pengerjaan. “Yang terpenting pekerjaan bisa segera dimulai dan selesai tepat waktu,” imbuhnya.
Pada tahap awal, pekerjaan difokuskan pada pembersihan area jembatan. Hasil pemeriksaan menunjukkan kerusakan terjadi pada sebagian fondasi penyangga. Oleh karena itu, perbaikan akan mencakup penguatan fondasi agar struktur jembatan kembali kokoh dan aman dilalui.
Berdasarkan data DPUPR, jembatan tersebut dibangun pada 2017. Amblesnya struktur di bagian tengah diduga akibat fondasi yang tergerus derasnya aliran Sungai di bawah jembatan. “Kami menargetkan sebelum Lebaran, jembatan sudah bisa difungsikan kembali,” tegas Hamdan.
Baca juga : Sidang Class Action Warga Pojok Soal Dampak TPA Klotok Ditunda PN Kediri
Sebagaimana diketahui, jembatan penghubung Desa Banggle dan Desa Sawentar ambrol pada Kamis (22/1/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Insiden terjadi secara tiba-tiba tanpa tanda-tanda sebelumnya. Beruntung, tidak ada kendaraan yang melintas saat kejadian, meski jembatan tersebut setiap hari digunakan oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.
Adapun spesifikasi jembatan meliputi bentang sekitar 3 meter, lebar 6 meter, dan tinggi 3 meter dengan konstruksi pelat beton. Selama ini, jembatan tersebut menjadi salah satu akses penting menuju wilayah Kanigoro dan sekitarnya. ***
Reporter : Aziz Wahyudi
Editor : Hadiyin





