LINGKARWILIS.COM – Polres Tulungagung memastikan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tengah dibangun akan segera beroperasi untuk mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah setempat. Lokasi dapur tersebut berada di Desa Sambirobyong, Kecamatan Sumbergempol.
Kapolres Tulungagung, AKBP Mohammad Taat Resdi menjelaskan bahwa pembangunan fisik dapur ditargetkan rampung dalam pekan ini.
Setelah itu, pihaknya akan langsung menyelesaikan aspek administrasi dan perizinan agar dapur dapat mulai beroperasi awal Agustus 2025.
“Minggu ini seharusnya pembangunan dapur SPPG selesai dikerjakan, yang kemudian kami tinggal melengkapi administrasi agar di bulan Agustus sudah melayani masyarakat,” kata AKBP Mohammad Taat Resdi, Rabu (23/7/2025).
Karnaval Giripurno Malang Diizinkan Gunakan Sound Tambahan, Tapi Tetap Diawasi Ketat!
Menurutnya, pendirian dapur ini merupakan instruksi langsung dari Mabes Polri yang mewajibkan seluruh Polres di Indonesia menyiapkan fasilitas serupa.
Di Jawa Timur sendiri, Polres Tulungagung termasuk salah satu dari sembilan Polres yang ditunjuk dalam tahap awal pelaksanaan program.
Taat bahkan meyakini bahwa Polres Tulungagung berpeluang menjadi satu-satunya Polres pertama di Jawa Timur yang lebih dulu mengoperasikan dapur SPPG.
Pasalnya, progres pembangunan fisik yang telah mencapai 100 persen mengungguli Polres lain yang masih dalam tahap konstruksi.
Terekam CCTV! Upaya Pembobolan Toko di Jombang Gagal Total
“Secara bangunan sudah terkonfirmasi 100 persen, tinggal setelah ini kita kebut proses administrasinya seperti perizinan dan lain-lain. Kalau Polres lain informasinya masih proses pembangunan dapur SPPG,” ungkapnya.
Setelah resmi beroperasi, layanan MBG dari dapur SPPG akan difokuskan di wilayah Sumbergempol. Sasaran utama adalah anak-anak sekolah, ibu hamil, dan ibu menyusui, dengan cakupan distribusi maksimal radius 5 kilometer atau sekitar 30 menit dari lokasi dapur.
Untuk menjamin pelaksanaan berjalan optimal, Polres Tulungagung telah merekrut 47 relawan yang akan menangani seluruh proses operasional, mulai dari penyiapan bahan makanan, memasak, menjaga kebersihan dapur, hingga distribusi makanan.
Bahkan, beberapa relawan memiliki latar belakang pendidikan sarjana untuk mendukung fungsi akuntansi dan gizi.
“Tentunya kami harus punya ahli gizi untuk memastikan setiap porsi makanan yang akan didistribusikan kepada masyarakat ini telah memenuhi standar kesehatan yang berlaku,” jelasnya.
AKBP Taat menyebutkan bahwa dapur SPPG ini ditargetkan mampu memproduksi hingga 3.000 porsi makanan bergizi setiap hari.
Namun, jumlah pastinya akan ditentukan oleh tim dari Badan Gizi Nasional (BGN) yang ikut serta dalam program ini.
Ia berharap kehadiran dapur SPPG ini dapat berkontribusi signifikan terhadap peningkatan asupan gizi masyarakat, khususnya kelompok rentan di Kecamatan Sumbergempol.
“Harapan kami di awal bulan Agustus 2025 nanti sudah bisa langsung melayani masyarakat, sehingga pemenuhan gizi bagi kelompok masyarakat rentan di Sumbergempol bisa berjalan dengan baik,” pungkasnya.





