TULUNGAGUNG, LINGKARWILIS.COM — Pemerintah Kabupaten Tulungagung terus melakukan langkah efisiensi untuk menekan biaya listrik lampu penerangan jalan umum (PJU). Upaya yang dilakukan Dinas Perhubungan (Dishub) Tulungagung tersebut mulai menunjukkan hasil signifikan dengan turunnya beban tagihan listrik bulanan.
Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Tulungagung, Panji Putranto, menjelaskan bahwa sepanjang 2025 pihaknya intens berkoordinasi dengan PLN Tulungagung melalui sejumlah Unit Layanan Pelanggan (ULP), yakni ULP Tulungagung, Campurdarat, dan Ngunut. Kerja sama itu difokuskan pada pelaksanaan survei lapangan guna memetakan kondisi PJU di berbagai wilayah.
Dalam survei tersebut, Dishub bersama PLN melakukan pendataan terhadap titik-titik PJU yang belum menggunakan meteran listrik atau masih berstatus non-meterisasi. Setelah pendataan selesai, langkah berikutnya adalah melakukan pemetaan untuk pemasangan meteran listrik agar sistem penagihan menjadi lebih akurat.
“Kami menggandeng PLN Tulungagung untuk menekan tagihan listrik PJU, salah satunya melalui penerapan sistem meterisasi,” ujar Panji, Kamis (15/1/2026).
Baca juga : Produksi Ikan Hias Kabupaten Kediri 2025 Tembus Rp960,4 Miliar
Selain penerapan meterisasi, Dishub Tulungagung juga menggencarkan penggantian lampu PJU ke jenis yang lebih hemat energi. Lampu LED dipasang sebagai pengganti lampu SON-T yang selama ini dikenal memiliki konsumsi daya lebih besar.
Panji menyebutkan, lampu LED yang dipasang hanya membutuhkan daya sekitar 40 watt per unit. Sementara lampu SON-T berwarna kuning mengonsumsi daya hingga 100 watt per unit. Meski demikian, penggantian tidak dilakukan secara menyeluruh dan tetap mempertimbangkan kondisi wilayah tertentu.
“Penggantian lampu kami sesuaikan dengan karakter wilayah. Di beberapa kawasan yang kerap berkabut, lampu SON-T masih dibutuhkan,” jelasnya.
Hasil dari berbagai langkah tersebut mulai terasa dalam dua bulan terakhir. Jika sebelumnya tagihan listrik PJU di Tulungagung rata-rata mencapai Rp2,3 miliar per bulan, kini angkanya mengalami penurunan cukup signifikan.
Baca juga : Panen Perdana Urban Farming di Kecamatan Mojoroto, Arahan Wali Kota Kediri Vinanda Terwujud Nyata
“Pada November dan Desember 2025, tagihan listrik PJU turun menjadi sekitar Rp2 miliar per bulan. Artinya, ada penghematan sekitar Rp300 juta setiap bulan,” ungkap Panji.
Dengan capaian tersebut, Dishub Tulungagung optimistis program efisiensi PJU akan terus dilanjutkan guna menekan beban anggaran daerah sekaligus meningkatkan efektivitas pengelolaan penerangan jalan.***
Reporter : Sholeh Sirri
Editor : Hadiyin





