KEDIRI, Lingkarwilis.com – Festival UMKM yang diinisiasi pemuda bersama tim kreatif Kelurahan Setonopande berhasil menarik antusiasme warga dan menjadi pusat aktivitas ekonomi sekaligus hiburan masyarakat, Sabtu (14/2/2026).
Kegiatan yang dikemas meriah dan penuh nuansa kebersamaan ini tidak hanya mendorong transaksi pelaku usaha mikro, tetapi juga menjadi ruang rekreasi keluarga serta sarana edukasi anak.
Salah satu magnet utama festival adalah sajian kuliner tradisional atau makanan jadul yang kini mulai jarang ditemui. Beragam jajanan khas tempo dulu justru menjadi favorit lintas generasi. Nuansa nostalgia yang dihadirkan dinilai mampu membuka peluang baru bagi pelaku UMKM lokal agar tetap bertahan di tengah persaingan usaha modern.
Acara pembukaan semakin semarak dengan penampilan Tari Gugur Gunung yang sarat pesan kebersamaan, disusul atraksi barongsai yang memukau dan mengundang tepuk tangan warga.
Baca juga : AKBP Edy Herwiyanto Nahkodai KVC, Siapkan Kediri City Tour dan Jambore VW
Keunikan festival semakin terasa karena lokasi kegiatan berada di sisi jalur rel kereta api. Setiap kereta yang melintas justru menjadi hiburan tersendiri, menciptakan pengalaman berbeda bagi pengunjung.
Anggota DPRD Kota Kediri, Bambang Giantoro, menilai kegiatan pemberdayaan UMKM seperti ini merupakan langkah konkret memperkuat ekonomi kerakyatan. Ia menyebut, kondisi ekonomi yang masih fluktuatif membutuhkan gerakan kolektif seluruh elemen masyarakat.
“UMKM harus menjadi kekuatan bersama. Jika kegiatan seperti ini bisa digelar rutin, bahkan setiap minggu, ekonomi warga akan semakin tumbuh dan kokoh,” ujarnya.
Sementara itu, Lurah Setono Pande, Farida Noviati, mengatakan festival tersebut merupakan bagian dari program ekonomi kreatif yang sekaligus menghadirkan hiburan masyarakat.
Selain menghadirkan stan UMKM, panitia juga menyediakan area permainan tradisional bagi anak-anak guna memperkuat interaksi sosial dan mengurangi ketergantungan pada gawai.
Baca juga : Pemkab Kediri Perkuat Transparansi Layanan Informasi Desa Gadungan
Ke depan, kata Farida, festival UMKM Setono Pande direncanakan menjadi agenda rutin setiap bulan pada malam Minggu. Konsepnya juga akan diperluas ke masing-masing RW sebagai wadah penguatan ekonomi sekaligus pelestarian identitas budaya lokal.
“Kegiatan ini menjadi ruang kebahagiaan bersama. Anak-anak dapat bermain permainan tradisional, warga menikmati hiburan, dan pelaku UMKM mendapat peluang usaha. Lokasi di pinggir rel juga menjadi daya tarik tersendiri,” jelasnya.***
Reporter: Agus Sulistyo Budi
Editor: Hadiyin


