Filosofi Bumi Panjalu Diabadikan dalam Instalasi Bola Dunia di Taman Pedestrian SLG

Filosofi Bumi Panjalu Diabadikan dalam Instalasi Bola Dunia di Taman Pedestrian SLG
Lingkaran berbentuk bola di taman pedestrian SLG simbol dari Bumi Panjalu Kediri (ist)

Kediri, LINGKARWILIS.COM – Bentuk bola dunia di area taman pedestrian SLG bukan sekadar elemen dekoratif. Instalasi berbentuk lingkaran tersebut memuat simbol sejarah Bumi Panjalu yang menggambarkan kesatuan kebudayaan di Kabupaten Kediri.

Di sekelilingnya terpahat aksara Jawa, sebagai representasi perjalanan panjang Kerajaan Kediri dari masa lampau hingga kini. Aksara itu menyiratkan nilai persatuan, gotong royong, serta warisan budaya yang tetap hidup dalam kehidupan masyarakat Kediri.

Budayawan sekaligus kreator desain taman pedestrian SLG, Suyono, menjelaskan bahwa lingkaran berpola aksara Jawa itu dirancang untuk merepresentasikan kronik Kerajaan Kediri pada setiap periodenya, yang masing-masing memiliki era kejayaan.

Baca juga  : BPBD Kabupaten Kediri Siagakan Sarpras Lengkap Hadapi Cuaca Ekstrem dan Musim Hujan

Ia menegaskan bahwa Bumi Panjalu sarat dengan makna sakral, situs peninggalan sejarah, dan jejak budaya yang telah terdata dengan baik.

“Kami ingin momentum sejarah itu divisualkan dalam karya seni melalui aksara Jawa kuno yang sarat filosofi. Penempatannya di pedestrian SLG bertujuan memberi edukasi agar pengunjung, terutama generasi Z, memahami sejarah dan mahakarya budaya Kabupaten Kediri,” ujarnya.

Suyono menambahkan, awal mula Kerajaan Kediri di Jawa Timur berangkat dari keputusan Raja Airlangga pada 1041 M untuk membagi kerajaannya menjadi dua guna mencegah konflik antar pewaris.

Dari wilayah Kahuripan tersebut, melalui peran Brahmana Empu Bharada, lahirlah dua kerajaan: Jenggala (Kahuripan) dan Panjalu (Kediri). Kerajaan Kediri sendiri berada di kawasan yang diapit Gunung Kawi dan Sungai Brantas, sebagaimana disebutkan dalam Prasasti Mahaksubya (1289 M), Kitab Negarakertagama (1365 M), hingga Calon Arang (1540 M).

Baca juga : Dinkop Kota Kediri Mulai Data dan Tinjau Lokasi Pembangunan KKMP di Tiga Kecamatan

“Sejarah Kerajaan Kediri tercatat sebagai salah satu yang tertua di Indonesia, berada di urutan ketiga. Karena itu, setiap pembangunan harus memuat nilai historis sebagai pengingat bahwa Kediri memiliki masa lalu yang berperan penting bagi Indonesia,” pungkasnya. ***

Reporter : Bakti Wijayanto

Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *