Kediri, LINGKARWILIS.COM – Minggu pagi di Puja Sera, Kota Kediri, berubah menjadi ajang penuh kehangatan dan nostalgia dengan digelarnya final lomba tembang kenangan “Best Of The Best” pada 11 Agustus 2024.
Acara ini tidak hanya menjadi perlombaan, tetapi juga menjadi tempat bertemunya para pecinta tembang kenangan dari berbagai wilayah, baik dari dalam maupun luar Kota Kediri.
Sorotan utama dari pagi yang hangat ini adalah kehadiran Christy, finalis 30 besar AFi 2004, dan Ipunk Rimba Raya, pencipta lagu hits “Mangku Purel,” yang turut memeriahkan panggung. Kehadiran mereka tidak hanya menambah semarak acara tetapi juga memberikan inspirasi bagi para peserta yang berlaga.
Baca juga : Penasihat Presiden Otoritas Palestina Ucapkan Selamat HUT RI ke-79
Salah satu peserta yang paling mencuri perhatian adalah Ziya Hafiza Wilson, gadis 10 tahun asal Ngadiaimo, Kecamatan Kota Kediri. Meski usianya jauh lebih muda dibandingkan peserta lainnya yang rata-rata berusia 45 tahun ke atas, Ziya tampil memukau dengan kualitas vokal dan penghayatan yang luar biasa. Penampilannya menjadi bukti bahwa tembang kenangan bisa dinikmati oleh semua generasi, tanpa batasan usia.
Tidak hanya menawarkan piala dan piagam penghargaan, acara ini juga menyediakan hadiah pembinaan yang menarik bagi para pemenang. Ani, ketua panitia lomba bernyanyi tembang kenangan Gendhis Manis, mengungkapkan rasa bangganya atas suksesnya acara ini.
“Ini bukan sekadar lomba, tetapi sebuah perayaan bagi para penggemar tembang kenangan. Semangat dan cinta dari para peserta dan penonton sangat luar biasa. Ini adalah bentuk penghargaan kami terhadap seni dan budaya yang tetap hidup di hati masyarakat,” ungkapnya.
Baca juga : Pj Wali Kota Kediri Apresiasi Expresi Budaya Kediri, Ini Infonya
Penilaian lomba juga dilakukan dengan sangat teliti. Salah satu juri, Christin, menjelaskan bahwa setiap aspek penampilan peserta dinilai dengan cermat, mulai dari performa, ekspresi, hingga kualitas suara.
“Kami mencari lebih dari sekadar teknik vokal; kami mencari emosi dan jiwa dalam setiap lagu yang dibawakan. Tembang kenangan adalah tentang cerita dan perasaan yang menyentuh,” jelasnya.
Para pengunjung pun terhanyut dalam suasana penuh kenangan, sambil menikmati berbagai hidangan khas Pujasera. Mereka mengikuti setiap penampilan dengan antusiasme tinggi.
“Ini adalah pengalaman yang luar biasa. Acara ini mengingatkan kami pada masa lalu, dan menghadirkan kembali kenangan indah melalui lagu-lagu yang tak lekang oleh waktu,” kata seorang pengunjung.***
Reporter : Agus Sulistyo Budi
Editor : Hadiyin


