LINGKARWILIS.COM – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini di Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, menghadirkan nuansa berbeda. Untuk pertama kalinya, Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) GPAI Gugus 5 menggelar kegiatan keberagaman yang melibatkan umat Islam dan Kristen secara bersamaan di tingkat SD-SMP.
Acara tersebut berlangsung di dua lokasi, yakni Lapangan Gajah Mada untuk siswa Muslim dan SDN Pesantren 1 untuk siswa Kristen, pada Kamis (4/9/2025). Sebanyak 1.070 pelajar dari berbagai sekolah ikut serta dalam kegiatan ini.
Ketua K3S Kota Kediri, Bustanul Arifin, menegaskan bahwa kegiatan moderasi beragama ini merupakan langkah baru bagi dunia pendidikan di Kediri. “Jadi kegiatannya bersamaan, berangkatnya, jam masuk maupun kepulangannya,” ucapnya.
Ia menambahkan, konsep kegiatan ini memang dirancang untuk menciptakan suasana harmonis tanpa sekat. “Tidak ada sekat, kegiatan ini untuk yang muslim atau yang kristen saja. Semuanya sama-sama kita beri ruang khusus untuk melaksanakan kegiatan keagamaan,” tambahnya.
Istighosah Kebangsaan di Masjid Agung Kota Kediri Jadi Simbol Rekonsiliasi Pasca Kericuhan
Melalui kegiatan ini, para siswa diharapkan dapat belajar menghargai perbedaan dan menumbuhkan sikap saling menghormati antarumat sejak usia dini.
“Diharapkan, sejak dini memiliki sikap dan prilaku untuk saling menjaga kerukunan, saling hormat-menghormati dan menghargai antar sesama pemeluk agama,” pungkas Bustanul.
Kegiatan keberagaman ini tidak hanya menjadi peringatan Maulid Nabi, tetapi juga momentum penting bagi generasi muda Kediri untuk memahami nilai toleransi dan kebersamaan dalam bingkai moderasi beragama.
Reporter : Agus Ely BurhaNN
Editor: Shadinta Aulia Sanjaya





