Blitar, LINGKARWILIS.COM — Semarak peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni di Kota Blitar memuncak dengan tradisi Grebeg Pancasila, yang selalu dinanti masyarakat. Ribuan orang memadati kawasan Makam Bung Karno untuk mengikuti kirab dan memperebutkan lima gunungan berisi hasil bumi dan buah-buahan yang diyakini membawa berkah.
Sejak pagi buta, warga dari berbagai daerah sudah berdatangan untuk menyaksikan prosesi kirab yang digelar mulai pukul 07.00 WIB. Lima gunungan yang dikirab melambangkan lima sila dalam Pancasila. Isinya beragam, mulai dari sayur-sayuran hingga buah segar, yang kemudian diperebutkan pengunjung usai didoakan bersama.
“Saya rutin datang tiap 1 Juni ke Blitar, ziarah dan ikut rebutan gunungan. Ini bagian dari tradisi mencari berkah,” ungkap Fatoni Ridho, pengunjung asal Malang.
Usai prosesi doa bersama, massa tanpa ragu merangsek ke arah gunungan, berebut hasil bumi yang diyakini akan mendatangkan keberuntungan. Meski berdesakan, semangat warga tak surut sedikit pun.
Baca juga : Tim LPBI NU Kabupaten Kediri Evakuasi Sarang Tawon Vespa Raksasa di Tulungagung
Selain kirab dan rebutan gunungan, panitia juga menggelar Kenduri Pancasila. Tradisi makan bersama ini menyajikan puluhan tumpeng lengkap dengan berbagai lauk khas, seperti ayam ingkung dan nasi kuning. Warga dan tamu undangan duduk lesehan, berbagi makanan sebagai simbol kebersamaan dan gotong royong.
Grebeg Pancasila tak hanya berlangsung pada pagi hari. Rangkaian acara dimulai sejak malam sebelumnya, Sabtu (31/5/2025), dengan prosesi Bedhol Pusaka atau pengarakkan pusaka dan lambang negara dari Istana Gebang.
Pawai ini menampilkan panji-panji dan lambang Pancasila yang dibawa mengelilingi kota, melewati Jalan Sultan Agung, PB Sudirman, Ahmad Yani, hingga Merdeka, dan berakhir di Kantor Wali Kota Blitar.
Baca juga : Sebanyak 84 Pengendara Terjaring Razia di Sekitar Pagora, Polres Kediri Kota Tindak Tegas Pelanggar
Malam itu juga dimeriahkan dengan pawai lentera dan lampion berornamen burung Garuda serta lambang-lambang sila Pancasila, yang diikuti berbagai organisasi perangkat daerah dan institusi pendidikan.
Tradisi tahunan ini bukan sekadar seremoni, melainkan cerminan semangat kebangsaan dan wujud syukur masyarakat Blitar dalam mengenang nilai-nilai Pancasila yang lahir di bumi Bung Karno.***
Reporter : Aziz Wahyudi
Editor : Hadiyin





