KEDIRI, LINGKARWILIS.COM β Gelaran Mojoroto Night Culture yang berlangsung sejak pagi hingga malam hari di Kecamatan Mojoroto membawa berkah tersendiri bagi para pelaku seni budaya warisan leluhur, Senin (16/2/2026).
Kegiatan yang memadukan hiburan, edukasi, serta pemberdayaan ekonomi kreatif ini sukses menjadi ruang pelestarian budaya lokal sekaligus menggerakkan potensi masyarakat. Gelaran yang dilaksanakan pada Minggu (15/2/2026) tersebut disambut antusias warga.
Salah satu yang menjadi sorotan publik adalah partisipasi Perkumpulan Antik Kadiri yang menghadirkan berbagai koleksi benda bersejarah bernilai tinggi. Kehadiran komunitas tersebut tidak hanya menampilkan pameran benda antik, tetapi juga memberikan edukasi kepada masyarakat terkait filosofi, seni, serta teknologi yang terkandung dalam warisan budaya Jawa.
Baca juga :Β Gempar, Mayat Pria Luka-Luka Ditemukan Tengkurap di Persawahan Gurah Kediri
Ketua Umum komunitas, Arif Dwi, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting dalam menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap budaya leluhur. Ia menegaskan, benda antik tidak identik dengan hal mistis, melainkan memiliki nilai seni, sejarah, teknologi, dan ekonomi yang tinggi.
Dalam kegiatan tersebut, komunitas juga menggelar lelang sekitar 40 koleksi benda budaya, termasuk keris, peralatan tradisional, hingga pernak-pernik peninggalan masa lampau. Lelang yang dilakukan secara langsung maupun melalui media sosial itu menarik minat kolektor dari berbagai daerah seperti Pare, Tulungagung, Nganjuk, hingga wilayah sekitar Kediri.
Beberapa koleksi berhasil terjual dengan harga variatif mulai Rp200 ribu hingga mencapai Rp2 juta untuk keris jenis Sengkelat. Lelang dengan sistem harga pembukaan nol rupiah tersebut sengaja dilakukan sebagai sarana edukasi agar masyarakat memahami nilai ekonomi benda budaya.
Baca juga :Β Cuaca Kota Kediri Didominasi Berawan, BPBD Imbau Warga Tetap Waspada Aktivitas Luar Ruang
Antusiasme masyarakat terlihat tinggi sepanjang kegiatan berlangsung. Pengunjung dari berbagai kalangan, terutama generasi muda, tampak memadati area pameran untuk mengenal lebih dekat kekayaan filosofi budaya Jawa yang semakin jarang ditemui di era modern.
Selain sebagai upaya pelestarian tradisi, kegiatan ini juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Pengembangan sektor budaya dinilai mampu menciptakan lapangan kerja, mulai dari produksi aksesori budaya, jasa perawatan benda pusaka, hingga edukasi sejarah tradisional.
Melalui kegiatan Mojoroto Night Culture, para pelaku seni budaya berharap agenda serupa dapat terus digelar secara berkelanjutan sebagai wadah pelestarian warisan leluhur sekaligus penguatan ekonomi berbasis budaya lokal.***
Reporter: Agus Sulistyo Budi
Editor: Hadiyin





