Ponorogo, LINGKARWILIS.COM β Perayaan Grebeg Suro 2026 resmi dimulai. Plt Bupati Ponorogo, Lisdyarita, membuka secara langsung agenda budaya tahunan tersebut di panggung utama Alun-alun Ponorogo, Sabtu (6/6/2026) malam.
Pembukaan Grebeg Suro sekaligus menandai dimulainya Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) ke-31 dan Festival Reog Remaja (FRR) ke-22, yang menjadi rangkaian utama dalam peringatan tahun baru Islam di Bumi Reog.
Dalam sambutannya, Lisdyarita yang akrab disapa Bunda Rita menyampaikan bahwa Grebeg Suro merupakan tradisi yang telah mengakar kuat di tengah kehidupan masyarakat Ponorogo dan terus diwariskan dari generasi ke generasi.
Menurutnya, perayaan tersebut tidak sekadar menjadi tradisi menyambut datangnya Tahun Baru Hijriah, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai spiritual, budaya, dan kebersamaan masyarakat.
Baca juga :Β Petasan Balon Udara Meledak di SMAN 1 Badegan Ponorogo, Kaca Kelas Pecah
“Grebeg Suro menjadi jembatan yang menyatukan nilai spiritualitas dengan kearifan budaya. Perayaan ini merupakan momen untuk bermuhasabah, bersyukur, sekaligus menumbuhkan harapan baru menuju masa depan yang lebih baik,” ujar Bunda Rita.
Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Ponorogo telah menyiapkan sedikitnya 29 agenda kegiatan yang akan berlangsung selama sebulan penuh. Berbagai kegiatan tersebut dirancang untuk memperkuat identitas budaya daerah sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat.
Salah satu agenda unggulan yang kembali menjadi daya tarik utama adalah Festival Reog Ponorogo. Keberadaan festival tersebut dinilai semakin istimewa setelah Reog Ponorogo ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda dunia dan Ponorogo memperoleh pengakuan sebagai kota kreatif dalam jejaring UNESCO.
Selain itu, Grebeg Suro 2026 juga kembali masuk dalam daftar Top Ten Karisma Event Nusantara (KEN) 2026, yang semakin memperkuat posisi Ponorogo sebagai salah satu destinasi wisata budaya unggulan di Indonesia.
Baca juga :Β Perkuat Sinergitas, Polres Kediri Gelar Lomba Menembak Antar Forkopimcam
Bunda Rita menegaskan, penyelenggaraan Grebeg Suro merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah bersama masyarakat untuk terus menjaga, melestarikan, dan mempromosikan budaya Ponorogo hingga ke tingkat internasional.
Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan yang digelar mampu memberikan dampak positif, tidak hanya bagi pelestarian budaya, tetapi juga terhadap perkembangan sektor pariwisata dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Melalui Grebeg Suro, kami ingin terus menjaga, melestarikan, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Ponorogo kepada masyarakat luas hingga mancanegara,” pungkasnya.***
Reporter: Sony Dwi Prastyo
Editor : Hadiyin





