KEDIRI, LINGKARWILIS.COM – Kenaikan harga bahan pokok kembali membebani pelaku usaha mikro. Juwariyah, seorang pedagang jajan pasar yang biasa mangkal di Jl. Selowarih, Kelurahan Ngadirejo, Kota Kediri, mengaku pendapatannya kian tergerus akibat lonjakan harga ketan yang signifikan.
Dari yang semula Rp12.000 per kilogram, kini harga ketan melonjak hingga Rp18.000. Kondisi ini memaksa Juwariyah memutar otak agar tetap bisa berjualan tanpa kehilangan pembeli.
“Kami harus menyesuaikan harga jual, tapi banyak pelanggan yang komplain. Jadi ujung-ujungnya pemasukan berkurang,” keluhnya saat ditemui pada Sabtu (26/4/2025).
Baca juga : Razia Gabungan di Lapas Kediri, Petugas Temukan Senjata Rakitan dan Benda Tajam
Setiap hari, Juwariyah menjajakan aneka kue tradisional seperti cenil, klepon, getuk, dan lupis. Meski dihantam kenaikan harga bahan baku, ia memilih untuk tidak langsung menaikkan harga, melainkan mengurangi porsi agar dagangannya tetap terjangkau.
“Kalau dinaikkan terlalu tinggi, pelanggan bisa lari. Jadi kami akali dengan mengecilkan ukuran kue,” jelasnya.
Ia berharap ada langkah nyata dari pemerintah untuk meringankan beban pedagang kecil, terutama yang masih melestarikan kuliner tradisional.
Baca juga : Bupati Dhito Resmikan Pengurus Baru Fatayat NU Kediri, Serahkan Mobil Operasional
“Kami butuh solusi, supaya usaha kecil seperti ini tetap bisa bertahan,” tutupnya.***
Reporter : Agus Sulistyo Budi
Editor : Hadiyin





