Kediri, LINGKARWILIS.COM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kediri mengumumkan hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga menyebabkan 211 siswa SMP Negeri 1 Kras mengalami keracunan pada pertengahan Juli 2026.
Hasil uji laboratorium menunjukkan adanya bakteri Bacillus cereus pada menu sayur tumis wortel dan buncis. Kondisi tersebut diduga menyebabkan sejumlah siswa mengalami gejala berupa muntah, diare, mual hingga pusing.
Kepala Dinkes Kabupaten Kediri dr. Ahmad Khatib mengatakan, paparan bakteri tersebut menyebabkan siswa mengalami diare akut. Beruntung, para siswa segera mendapatkan penanganan medis sehingga kondisi mereka dapat diselamatkan.
“Akibat bakteri Bacillus cereus pada sayur tersebut siswa mengalami diare akut dan beruntung segera ada pertolongan hingga siswa bisa diselamatkan,” ujar Khatib.
Untuk mencegah kejadian serupa terulang, Dinkes Kabupaten Kediri meminta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memasok makanan MBG ke SMP Negeri 1 Kras melakukan pembenahan tata kelola, terutama dalam pemilihan dan pengolahan bahan pangan.
Baca Juga : HUT RI ke-81, Golkar Kediri Borong Telur Peternak dan Bagikan Makanan Gratis kepada Warga
Saat ini, SPPG yang bersangkutan masih dalam status suspend oleh Satgas MBG Kabupaten Kediri. Sementara keputusan mengenai pembukaan kembali operasional SPPG menjadi kewenangan Badan Gizi Nasional (BGN).
Khatib menekankan pentingnya memastikan kualitas bahan pangan sebelum digunakan. Menurutnya, ahli gizi di SPPG harus lebih teliti dalam memeriksa bahan makanan, khususnya sayuran, sebelum diolah menjadi menu MBG.
Selain kualitas bahan, waktu penyajian makanan juga perlu menjadi perhatian. Makanan yang telah matang sebaiknya segera disajikan agar tidak terlalu lama berada dalam kondisi tertutup di wadah MBG.
“Tata kelola dan pilihan bahan pangan, terlebih pada sayur, harus berkualitas dan jangan pilih harga bahan pangan, utamanya sayur, terlalu murah. Ini harus menjadi perhatian serius ahli gizi dan kasus ini menjadi perhatian serius Mas Bup Dhito yang berpesan tidak main-main soal MBG untuk siswa dan tidak terulang lagi di Kabupaten Kediri,” tegasnya.
Baca juga : Hadiri Haul Gus Liek, Kapolres Kediri Sampaikan Doa untuk Kesehatan dan Keberkahan Masyarakat
Menurut Khatib, pemilihan bahan pangan yang berkualitas merupakan salah satu langkah penting untuk menekan risiko terjadinya keracunan pada penerima manfaat program MBG.
Ia menambahkan, Satgas MBG Kabupaten Kediri juga telah meminta SPPG agar lebih selektif dalam memilih bahan makanan dan tidak sekadar mempertimbangkan harga. Bahan pangan yang akan digunakan harus dipastikan dalam kondisi baik dan layak sebelum dimasak.
“Sejauh ini Satgas MBG Kabupaten Kediri meminta SPPG untuk memilih bahan pangan MBG yang benar-benar berkualitas dan tidak asal beli kemudian dimasak,” pungkasnya.***
Reporter : Bakti Wijayanto
Editor : Hadiyin





