Indonesia Mengutuk Israel di Depan Sekjen PBB

Indonesia Mengutuk Israel di Depan Sekjen PBBPresiden Jokowi bertemu Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres di Ruang Bilateral, Expo City Dubai, PEA, pada Sabtu (02/12/2023). (Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev)

LINGKARWILIS.COM – Perang antara Israel dengan Palestina telah banyak membawa kesengsaraan, terutama bagi warga Palestina. Warga sipil, terutama anak – anak dan perempuan banyak menjadi korban jiwa.

Menyikapi situasi yang terjadi di Gaza ini, Presiden Jokowi menyampaikan sikap Indonesia pada sambutannya saat menemui Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres di Ruang Bilateral, Expo City Dubai, Persatuan Emirat Arab (PEA), Sabtu (2/12).

Presiden Jokowi kembali menegaskan bahwa Indonesia mengutuk keras tindakan kejam Israel, termasuk serangan terhadap fasilitas sipil. Indonesia juga mendukung penyelidikan melalui mekanisme internasional terkait pelanggaran yang dilakukan Israel di Gaza.

Baca Juga: Soal Perang Israel VS Palestina, Menteri Retno Marsudi : Harus Segera Dilakukan Genjatan Senjata Permanen

Indonesia menyambut gencatan senjata saat ini, tetapi Presiden menekankan bahwa kekerasan harus dihentikan secara permanen untuk melindungi nasib warga sipil sesuai dengan Resolusi 2712 DK PBB.

“Bantuan kemanusiaan harus segera disalurkan ke Gaza dengan aman dan tanpa hambatan. Bersama dengan beberapa Menteri Luar Negeri OKI, Menteri Luar Negeri RI juga terlibat dalam diplomasi intensif untuk Gaza.” ujar Presiden seperti dikutip dari laman Kemensetneg RI.

Mengutip Kantor Berita Anadolu, jumlah korban tewas akibat serangan Israel di Jalur Gaza hingga Senin (4/12), melonjak menjadi 15.523 orang sejak dimulainya konflik pada 7 Oktober. Data ini disampaikan oleh Kementerian Kesehatan Palestina.

Baca Juga: WHO Temukan Bahaya Di Gaza Yang Sama Mematikannya Dengan Bom Di Tengah Pengepungan Israel

Sementara untuk korban luka – luka, Ashraf al-Qudra, juru bicara kementerian mengungkapkan, jumlah yang tercatat sejak 7 Oktober mencapai 41.316 orang.

Terkait petugas kesehatan, al-Qudra mengonfirmasi bahwa 281 petugas kesehatan telah tewas dan ratusan lainnya mengalami luka-luka. Selain itu, 56 ambulans dan fasilitas kesehatan lainnya hancur, 20 rumah sakit tidak dapat beroperasi, dan 46 pusat perawatan primer juga rusak.

Al-Qudra juga mencatat, pasukan Israel turut menangkap empat paramedis pada Sabtu lalu, meskipun telah ada koordinasi sebelumnya saat mereka menuju ke utara dari Khan Yunis di selatan untuk mengevakuasi para korban luka.

“Yang ditahan termasuk direktur layanan ambulans di Gaza selatan, Anis al-Astal, dan paramedis Muhammad Abu Samak, Hamdan Anaba, dan Abdel Karim Abu Ghali,” ujarnya.

Baca Juga: Tegas, Inspektorat Akan Langsung Turun Klarifikasi Soal Penggunaan Dana Karang Taruna Kelurahan Blabak yang Tidak Jelas 

Israel juga masih menahan 35 petugas kesehatan dari Jalur Gaza, termasuk Mohammed Abu Selmiya, direktur umum Kompleks Medis Al-Shifa. Dimana menurut al-Qudra mereka saat ini berada dalam kondisi sulit dan diinterogasi di bawah penyiksaan, kelaparan, dan kehausan.

Editor: Ahmad Bayu Giandika

Leave a Reply