Daerah  

Inovasi Tumpangsari di Desa Ngumpul, Strategi Sukses Petani dalam Budidaya Timun

Inovasi Tumpangsari di Desa Ngumpul, Strategi Sukses Petani dalam Budidaya Timun
Petani di Desa Ngumpul sedang memanen timun yang ditanam dengan metode tumpangsari di antara tanaman jagung. (taufiqur/memo)

LINGKARWILIS.COM – Petani di Desa Ngumpul, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang telah meraih keuntungan yang signifikan berkat penerapan teknik tumpangsari dalam budidaya timun.

Metode ini tidak hanya mengurangi biaya produksi tetapi juga meningkatkan hasil panen seperti terlihat pada panen raya di desa tersebut pada Jumat (23/08).

bayar PBB Kota Kediri bayar PBB Kota Kediri

Di tengah luasnya area persawahan, tanaman timun yang sehat dan subur menunggu untuk dipanen. Anwar, seorang petani setempat, menjelaskan bahwa teknik tumpangsari di mana timun ditanam bersamaan dengan tanaman lain seperti jagunng telah membantu mereka menekan biaya produksi sambil meningkatkan hasil panen.

“Biaya yang kami keluarkan untuk lahan seluas 1.400 meter persegi sekitar 2 juta rupiah. Dari panen, kami bisa menghasilkan sekitar 10 juta rupiah. Selain itu, tanaman timun lebih tahan penyakit dibandingkan jika ditanam tanpa tumpangsari,” ungkap Anwar.

Ratusan Santri di Jombang Gelar Doa Bersama Ditengah Ketegangan Politik Jelang Pilkada 2024

Anwar juga menambahkan bahwa timun dari desanya saat ini siap untuk dipanen dan harga untuk 1 kg relatif stabil yakni Rp 4 ribu selama sebulan terakhir tanpa fluktuasi yang signifikan.

Petani lain Abdul Ghofur (45) turut menjelaskan bahwa banyak petani di Desa Ngumpul memilih metode tumpangsari untuk menambah penghasilan.

Namun, Ghofur juga mengungkapkan beberapa tantangan yang dihadapi, seperti tingginya harga pupuk dan kondisi air sungai yang kurang bersih menyebabkan beberapa tanaman timun mati.

Ghofur menambahkan bahwa metode tumpangsari juga membantu mengurangi serangan hama dan penyakit. “”Jika timun ditanam tanpa tanaman lain seperti jagung, tanaman lebih rentan terhadap penyakit, terutama jamur dan kutu saat musim panas. Kami berharap pemerintah bisa memberikan subsidi pupuk untuk meringankan beban petani timun,”

Reporter : Taufiqur Rachman
Editor: Shadinta Aulia Sanjaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *