LINGKARWILIS.COM – Sudah bukan rahasia lagi jika masyarakat Indonesia, khususnya Jawa meyakini beberapa momen tertentu sebagai momen yang sakral, salah satunya malam 1 Suro.
Masyarakat Jawa meyakini bahwa malam 1 Suro merupakan salah satu malam sakral yang penting.
Malam 1 Suro merupakan malam yang menandai permulaan bulan pertama dalam penanggalan Jawa.
Malam 1 Suro juga bertepatan dengan tanggal 1 Muharam dalam kalender Hijriah atau penanggalan Islam.
Cerita Mistis Penjaga Situs Totok Kerot, Suara Gentha hingga Pusaran Angin di Malam Hari
Melansir dari laman Wikipedia, tradisi 1 Suro merupakan salah satu kebiasaan yang dijalankan pada bulan yang dianggap keramat oleh masyarakat Jawa.
Tradisi ini bersifat turun-temurun dan terus dilestarikan dari generasi ke generasi. Setiap daerah memiliki bentuk ritual yang berbeda dalam pelaksanaannya.
Tujuan dari ritual atau upacara ini adalah untuk memohon keselamatan serta petunjuk dari Tuhan Yang Maha Kuasa, agar terhindar dari perbuatan buruk selama bulan keramat tersebut.
Masyarakat meyakini bahwa bulan ini merupakan waktu yang suci untuk melakukan perenungan dan memperbaiki diri.
Sinopsis Ceylan: Cinta dan Rahasia, Drama Turki Terbaru yang akan Segera Tayang di SCTV
Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk ungkapan syukur kepada Tuhan, sekaligus sebagai evaluasi atas dosa-dosa yang telah dilakukan sepanjang tahun sebelumnya.
Tradisi tahunan ini tentu tidak lepas dari berbagai mitos dan kepercayaan yang berkembang di tengah masyarakat.
Salah satu mitos dan keyakinan yang terkait dengan upacara di malam ini adalah pencarian keselamatan secara spiritual, dengan harapan jiwa menjadi selamat dan dapat memasuki alam transenden sebagaimana yang diinginkan.
Harapan manusia untuk hidup dalam ketenangan, ketentraman, bahkan kedamaian, diyakini bisa dikabulkan oleh Sang Pencipta pada malam tersebut.
Nahas! Mobil Elf Gagal Kendali, Seorang Nenek di Kota Malang Tewas
Oleh karena itu, masyarakat meyakini bahwa dengan menjalankan tradisi ritual ini, anugerah Ilahi akan tercurah secara khusus terkait keselamatan, baik selama hidup maupun setelah meninggal dunia.
Meskipun demikian, mitos dan kepercayaan yang berkembang di masyarakat bisa berbeda-beda tergantung daerahnya.
Sebagai contoh, perayaan Suro di Labuhan dilakukan untuk memohon perlindungan dan pertolongan dari Tuhan serta para penguasa laut, agar para nelayan diberi keselamatan dan hasil laut yang melimpah.
Sementara itu, perayaan Suro di Cirebon diselenggarakan untuk mengenang Maheso Suro yang dipercaya membawa kemakmuran dan kebahagiaan bagi masyarakat di kawasan pesisir selatan.
Di tempat kalian ada perayaan apa nih setiap malam 1 Suro?
Reporter : Arief Juli Prabowo
Editor: Shadinta Aulia Sanjaya





