Jombang, LINGKARWILIS.COM — Nama Medan Amrullah (30), guru asal Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang, tengah ramai diperbincangkan publik. Ia menarik perhatian warganet berkat kreativitasnya memadukan teknologi kecerdasan buatan (AI) dengan konten bertema sejarah kerajaan.
Ketertarikannya pada dunia AI telah ditekuninya sejak dua tahun lalu. Namun popularitasnya baru meroket belakangan ini setelah ia mulai memproduksi visual menggunakan platform Sora 2.
“Sebetulnya saya sudah lama membuat konten AI. Tapi baru viral sekarang. Saya sudah mencoba berbagai tool, dan ketika Sora 2 ramai, saya ikut membuat konten sejarah. Ternyata responsnya luar biasa,” ujar Medan, Sabtu (15/11/2025).
Sebelum sukses dengan tema sejarah, Medan pernah membuat berbagai jenis konten, mulai dari video healing hingga petualangan. Namun performanya biasa saja hingga ia mencoba menggarap visual sejarah.
Baca juga : Wabup Jombang Evaluasi Tiga Ruas Jalan Strategis, Target Tuntas Bertahap Hingga 2027
“Awalnya hanya iseng membuat konten sejarah. Tidak disangka langsung ramai. Itu menunjukkan masyarakat ternyata punya ketertarikan besar terhadap sejarah,” tuturnya.
Meski tampak sederhana, proses produksi video memerlukan waktu 3–4 hari untuk satu karya berdurasi sekitar tiga menit, karena ia harus membagi waktu dengan aktivitas mengajar.
Ia memastikan detail visual mulai dari bangunan, kostum, hingga elemen zaman dahulu dipilih secara cermat. Penggunaan wajahnya sendiri juga membuat proses pembuatan lebih panjang, sebab ia harus melakukan pemindaian wajah terlebih dahulu.
“Dari ratusan hasil render, saya pilih yang paling bagus lalu saya susun menjadi satu video,” jelasnya.
Baca juga : Dispertabun Kediri Petakan Lahan Pertanian Rawan Bencana saat Musim Hujan
Untuk menjaga kedekatan konten dengan fakta sejarah, ia melakukan riset lewat berbagai referensi seperti buku dan jurnal. Meski hasilnya terlihat profesional, seluruh proses dikerjakan melalui ponsel.
“Saya sering mengerjakan sambil nongkrong atau ngopi. Lebih fleksibel kalau pakai HP,” katanya.
Medan mengandalkan Sora 2 sebagai mesin visual utama dan CapCut untuk proses penyuntingan. Teknik penyusunan prompt ia bangun melalui uji coba panjang hingga menemukan pola yang paling efektif.
“Setiap kreator punya racikan prompt masing-masing. Saya juga punya formula sendiri setelah melalui banyak eksperimen,” ungkapnya.
Popularitas kontennya membuka peluang bisnis baru. Medan kini melayani jasa pembuatan foto AI, video promosi UMKM, hingga pelatihan pembuatan konten AI. Pendapatannya melonjak signifikan.
“Alhamdulillah, sekarang kondisi finansial semakin baik,” ujarnya.
Ia mematok tarif berbeda sesuai layanan—mulai Rp100 ribu per menit untuk video UMKM hingga Rp50 ribu untuk tiga foto AI. Pemesan datang dari berbagai daerah di Indonesia.
“Kalau sedang ramai seperti sekarang, sehari bisa dapat Rp1 juta sampai Rp2 juta. Tapi tetap naik turun. Ada saatnya 5–6 orderan masuk, kadang hanya dua, atau bahkan tidak ada sama sekali,” pungkasnya.***
Reporter : Agung Pamungkas
Editor : Hadiyin





