KEDIRI, LINGKARWILIS.COM — Suasana sakral menyelimuti kawasan Dusun Kunir, Desa Bulupasar, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri, saat pelaksanaan jamasan Arca Dwarapala Totok Kerot, Kamis sore (24/7/2025). Upacara ini diiringi dupa, bunga kenanga, dan gending jawa yang mengalun lembut di tengah antusiasme warga yang memadati lokasi.
Ritual jamasan ini memanfaatkan air dari tujuh mata air keramat di Kediri, yakni Sumber Tirto Kamandanu, Sumber Menang, Sumber Bendo Tanjung Pagu, Sumber Tengger/Kemanten, Sumber Kendung Pagu, Sumber Wonorejo Semanding Pagu, dan Sumber Sumberjo. Prosesi dipimpin oleh dalang kondang asal Kediri, Ki Brodin.
Arca Totok Kerot sendiri merupakan peninggalan sejarah penting dari masa Kerajaan Kadiri abad ke-10 hingga 11 Masehi. Arca Dwarapala ini dipercaya sebagai penjaga kawasan suci seperti candi atau tempat perenungan raja. Kini, arca tersebut berada di bawah pengawasan dan perawatan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kediri.
Baca juga : Bangunan Kosong di Simpang Empat Jalan Dhoho Kota Kediri Terbakar, Diduga Ulah ODGJ
Eko Priatno, Kepala Bidang Museum dan Purbakala Disparbud Kediri, menjelaskan bahwa keberadaan arca ini bukan sekadar simbol pelindung, tetapi juga memiliki kisah legenda yang berkembang di masyarakat.
“Konon, arca ini merupakan wujud kutukan terhadap seorang putri dari wilayah selatan yang melamar Raja Jayabaya namun ditolak. Akibat murkanya sang raja, sang putri dikutuk menjadi batu,” jelas Eko.
Arca Totok Kerot hingga kini menjadi ikon budaya dan destinasi sejarah yang terus dilestarikan, sekaligus menjadi bagian dari kekayaan arkeologis Kabupaten Kediri.***
Reporter: Bakti Wijayanto
Editor : Hadiyin





