TULUNGAGUNG, LINGKARWILIS.COM – Menjelang arus mudik Lebaran 2026, Pemerintah Kabupaten Tulungagung terus mempercepat perbaikan sejumlah ruas jalan utama yang mengalami kerusakan. Untuk program tersebut, pemkab telah menggelontorkan anggaran hingga Rp60 miliar.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tulungagung, Ahmad Rifai Sodik, mengatakan percepatan perbaikan dilakukan agar kondisi jalan siap digunakan masyarakat saat arus mudik Lebaran.
Menurutnya, proses pengerjaan saat ini terus dikebut sehingga saat Lebaran nanti sekitar 90 persen ruas jalan utama yang rusak sudah dapat ditangani.
“Saat ini proses perbaikan ruas jalan utama yang rusak sedang kami kebut dan pada saat Lebaran nanti kami proyeksikan sudah tertangani sekitar 90 persen,” ujarnya, Minggu (15/3/2026).
Baca juga : Suporter Bersatu Tebar Kepedulian, Persikmania, Yakuza dan Langitan Bagikan Sekitar 9.000 Takjil di Kediri
Sodik merinci, terdapat lima titik ruas jalan yang saat ini tengah diperbaiki di wilayah Tulungagung. Beberapa di antaranya bahkan hampir rampung.
Ruas jalan yang progresnya telah mencapai sekitar 95 persen antara lain jalur Gragalan–Podorejo, Ngunut–Doroampel, serta Boyolangu–Sanggrahan. Sementara itu, ruas jalan Pulosari–Sambirobyong–Bukur telah mencapai sekitar 62 persen karena memiliki panjang lintasan yang lebih besar dibandingkan ruas lainnya.
Adapun ruas jalan dari simpang empat Bus Nggoling menuju simpang empat Masjid Al-Muslimun sepanjang 1,3 kilometer telah selesai dikerjakan atau mencapai 100 persen.
“Total ada lima ruas jalan yang sedang kami kerjakan. Satu ruas sudah selesai 100 persen, tiga ruas sudah sekitar 95 persen, sedangkan satu ruas lainnya masih 62 persen karena panjang jalannya cukup signifikan,” jelasnya.
Ia menambahkan, metode perbaikan yang dilakukan saat ini meliputi pengaspalan hotmix serta tambal sulam. Sementara itu, perbaikan dengan metode rekonstruksi jalan baru akan dilakukan setelah Hari Raya Idulfitri.
Baca juga : Harga Cabai di Kediri Turun, Terong Naik
Salah satu ruas yang direncanakan untuk rekonstruksi adalah jalur Sambijajar yang mengalami kerusakan cukup parah. Selain itu, beberapa titik jalan di wilayah pegunungan juga akan diperbaiki dengan metode betonisasi agar konstruksi jalan lebih kuat dan tahan lama.
“Rekonstruksi jalan di daerah pegunungan akan dimulai setelah Lebaran karena membutuhkan betonisasi agar konstruksi jalan lebih awet,” pungkasnya.***
Reporter: Mochammad Sholeh Sirri
Editor: Hadiyin





