Kediri, LINGKARWILIS.COM — Pelatih Persik Kediri, Marcos Reina Torres, angkat bicara menjelang laga bertajuk Derby Jawa Timur kontra Arema FC yang akan digelar Minggu (11/1/2026) sore di Stadion Kanjuruhan, Malang. Tim berjuluk Macan Putih berambisi mempertahankan tren positif setelah belum tersentuh kekalahan dalam dua pertandingan terakhir sejak ditangani pelatih asal Spanyol tersebut.
Meski optimistis, Marcos tetap mewaspadai kekuatan Arema FC, khususnya kontribusi sejumlah pemain asing yang dinilainya memiliki kualitas di atas rata-rata.
“Arema adalah tim yang bagus dalam penguasaan bola. Kami tahu mereka tidak akan memainkan striker terbaiknya. Dalberto tidak berada di Indonesia dan dia merupakan salah satu pemain paling penting bagi mereka,” ujar Marcos usai sesi latihan Persik di Stadion Gelora Daha Jayati, Jumat (9/1/2026).
Selain Dalberto, Marcos juga menyoroti peran Valdeci yang dianggap sebagai salah satu motor permainan Arema FC. Menurutnya, pemain tersebut kerap merepotkan lini lawan, terutama saat bergerak di area tengah dan masuk ke ruang-ruang kosong.
Baca juga : Dinkes Kabupaten Kediri Ajak Warga Tetap Manfaatkan Cek Kesehatan Gratis
“Valdeci adalah pemain penting. Pergerakannya di lini tengah sering kali menyulitkan. Karena itu, kami meminta pemain untuk lebih disiplin dalam menjaga dan mengawasinya,” jelasnya.
Marcos menegaskan bahwa timnya selalu melakukan analisis menyeluruh terhadap calon lawan, baik secara kolektif maupun individu, sebagai bagian dari persiapan pertandingan.
Terkait kesiapan tim, ia menyebut Persik telah menjalani latihan dengan baik meski waktu persiapan tergolong singkat. Jeda pertandingan kali ini lebih pendek dibandingkan pekan normal kompetisi.
“Ini minggu yang pendek, tapi kami berusaha memaksimalkan waktu yang ada. Fokus kami adalah memahami Arema FC sedetail mungkin,” katanya.
Menurut Marcos, penyusunan rencana permainan menjadi kunci utama, termasuk mengantisipasi berbagai skema yang mungkin diterapkan Arema FC, baik saat bertahan, menyerang, maupun dalam situasi-situasi tertentu di lapangan.
“Kami mencoba menyiapkan game plan sebaik mungkin dengan memahami apa yang biasa mereka lakukan dalam berbagai kondisi,” pungkasnya.***
Reporter : Rizky Rusydianto
Editor : Hadiyin






