Jembatan Bailey di Bungkal Ponorogo Ambrol, Dua Warga Jatuh ke Sungai dan Akses Terputus

Jembatan Bailey di Bungkal Ponorogo Ambrol, Dua Warga Jatuh ke Sungai dan Akses Terputus
Kondisi jembatan Bailey Depok yang berada di Desa Nambak Kecamatan Bungkal yang putus total (SOny)

Ponorogo, LINGKARWILIS.COM – Insiden jembatan runtuh kembali terjadi di Kabupaten Ponorogo. Jembatan Bailey Depok yang berada di Dukuh Masaran, Desa Nambak, Kecamatan Bungkal, ambruk sebagian sehingga tidak bisa dilalui kendaraan maupun pejalan kaki. Peristiwa itu terjadi pada Kamis (6/2/2026) sekitar pukul 01.00 WIB dini hari.

Runtuhnya jembatan diduga dipicu oleh terkikisnya fondasi akibat derasnya aliran sungai saat hujan lebat mengguyur wilayah tersebut.

bayar PBB Kota Kediri

Akibat kejadian ini, dua warga setempat yang sedang melintas terjatuh ke sungai. Keduanya berhasil selamat, meski mengalami luka-luka di beberapa bagian tubuh.

Kepala Desa Nambak, Tugimin, menjelaskan bahwa selain terkikisnya fondasi, robohnya jembatan juga diperparah oleh tumpukan bambu yang tersangkut di bagian bawah jembatan. Material tersebut menambah tekanan arus sungai terhadap struktur fondasi.

“Di bagian bawah jembatan terdapat tumpukan bambu yang tersangkut. Sementara pondasinya sudah lama tergerus aliran sungai, sehingga kekuatannya melemah dan akhirnya ambruk,” ujar Tugimin.

Baca juga : Sekitar 33 Ribu Peserta PBI Kesehatan Ponorogo Dinonaktifkan, Dinsos Sebut Masih Bisa Diaktifkan Kembali

Ia menambahkan, jembatan permanen di lokasi tersebut sebenarnya telah rusak sejak diterjang banjir besar pada 2019. Pemerintah kemudian membangun jembatan Bailey sebagai pengganti sementara. Namun, jembatan darurat ini juga pernah mengalami kerusakan sebelumnya.

“Pada 2022 sisi selatan jembatan Bailey sempat rusak dan sudah diperbaiki. Kali ini yang ambrol justru bagian utaranya,” jelasnya.

Runtuhnya jembatan tersebut berdampak langsung terhadap mobilitas warga. Akses penghubung antara Desa Nambak, Bekare, dan Koripan kini terputus total. Warga harus memutar lebih dari lima kilometer untuk mencapai desa tetangga.

“Baik kendaraan roda dua maupun roda empat tidak bisa melintas sama sekali. Warga terpaksa mengambil jalur memutar yang cukup jauh,” tambah Tugimin.

Baca juga : Dua ODGJ Ponorogo Akhirnya Lepas dari Pasung, Segera Jalani Perawatan di RSJ Menur

Pemerintah desa berharap ada penanganan segera dari pemerintah terkait agar akses utama tersebut dapat kembali difungsikan, mengingat jembatan ini merupakan jalur vital bagi aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.

“Kami berharap perbaikan segera dilakukan karena jembatan ini sangat penting bagi kegiatan sehari-hari warga,” tutupnya.***

Reporter : Sony Prasetyo

Editor: Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

https://soleco-energy.com/ https://zonawin777top.com/ https://dwpcabdinkabmlg.com/bidang-sosial-budaya-eval/ https://lingkarwilis.com/mail/ https://onlymyenglish.com/about-us/ https://www.ramanhospital.in/about.html https://umbi.edu/visit/ https://dkpbuteng.com/ https://rsiaadina.com/ https://inl.co.id/about-us/ situs toto