Kediri, LINGKARWILIS.COM – Jembatan penghubung Desa Puhjajar dan Dusun Santren, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri, putus total sejak Desember 2024. Akibatnya, akses pendidikan, pertanian, dan ekonomi terganggu. Hingga kini, kepastian perbaikan dari pemerintah masih belum jelas.
Kepala Desa Puhjajar, Suko Budi, mengungkapkan bahwa jembatan sepanjang 30 meter itu telah mengalami kemiringan selama bertahun-tahun sebelum akhirnya roboh. Sebelumnya, jembatan hanya bisa dilalui oleh sepeda motor.
“Kami sudah berulang kali mengajukan perbaikan ke pemerintah kabupaten dan provinsi, namun hingga kini belum ada realisasi. Setelah putus total, warga semakin kesulitan. Estimasi biaya perbaikan mencapai Rp3-4 miliar,” ujarnya, Rabu (26/3/2025).
Menurutnya, jembatan ini merupakan akses vital bagi masyarakat sekitar.
Baca juga : Polres Blitar Kota Bongkar Live Mesum di Medsos, Pelaku Raup Rp 40 Juta per Bulan dari Gift Penonton
“Tanpa jembatan ini, anak-anak harus menempuh jarak lebih jauh ke sekolah, petani dan pedagang pun terdampak. Kami mendesak pemerintah segera bertindak,” imbuhnya.
Hal serupa disampaikan oleh warga setempat, Kang Giman, yang mengeluhkan dampak dari putusnya jembatan.
“Biasanya ke ladang hanya lima menit, sekarang bisa lima belas menit lebih. Apalagi saat musim hujan, makin sulit,” katanya.
Hingga kini, pemerintah daerah belum memberikan kepastian terkait perbaikan jembatan tersebut. Warga berharap ada tindakan nyata dalam waktu dekat agar aktivitas mereka tidak terus terganggu.***
Reporter : Agus Sulistyo Budi
Editor : Hadiyin





