BLITAR, LINGKARWILIS.COM – Kabar baik bagi wisatawan yang ingin berziarah ke Makam Bung Karno (MBK) Kota Blitar. Pemerintah Kota Blitar berencana membuka kawasan makam Presiden pertama RI tersebut selama 24 jam penuh.
Selama ini, jam kunjungan ke makam yang berada di Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, masih terbatas. Kawasan wisata tersebut biasanya dibuka mulai pukul 07.00 WIB hingga 17.00 WIB.
Keterbatasan jam operasional tersebut membuat wisatawan yang ingin berziarah pada malam hari harus mengurungkan niat atau memilih mengunjungi destinasi wisata religi lainnya.
Rencana pembukaan MBK selama 24 jam disampaikan Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Blitar, Rieke Rochmawati. Ia mengatakan, wacana tersebut sebenarnya telah direncanakan sejak lama, namun baru dimatangkan dalam beberapa bulan terakhir.
Baca juga : Sebanyak 2.900 Pelajar SLTP se-Kabupaten Kediri Ikuti Lomba Baris Berbaris HUT ke-81 RI
Jika tidak ada kendala, penerapan jam operasional 24 jam akan dimulai pada Agustus 2026. Sebagai tahap uji coba, pembukaan selama sehari penuh direncanakan mulai Sabtu (15/8/2026).
Menurut Rieke, salah satu pertimbangan utama membuka MBK selama 24 jam adalah memberikan kesempatan lebih luas bagi wisatawan, terutama pengunjung dari luar daerah, untuk melakukan ziarah sesuai waktu yang mereka inginkan.
“Selama ini mayoritas pengunjung atau wisatawan adalah luar kota. Kami ingin mewadahi keinginan wisatawan untuk ziarah jam berapa pun,” ujar Rieke, Rabu (12/8/2026).
Selain memberikan kemudahan bagi wisatawan, kebijakan tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisata ke Kota Blitar. Makam Bung Karno selama ini menjadi salah satu ikon wisata yang banyak dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah.
Baca juga : DPRD Kabupaten Kediri Gelar Paripurna, Bahas Persetujuan Dua Raperda
Untuk mendukung rencana tersebut, Disbudpar Kota Blitar kini melakukan berbagai persiapan. Di antaranya menyiapkan sarana dan prasarana pendukung seperti penerangan serta kebutuhan sumber daya manusia (SDM).
Dengan diberlakukannya operasional 24 jam, petugas akan disiagakan sepanjang hari. Sistem kerja secara bergiliran atau shift juga tengah dipersiapkan agar pelayanan kepada wisatawan tetap berjalan optimal.
“Ini terus kami matangkan, mudah-mudahan lancar,” pungkas Rieke.***
Reporter :Aziz Wahyudi
Editor : Hadiyin





