Ponorogo, LINGKARWILIS.COM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ponorogo menegaskan bahwa merebaknya kasus campak di wilayah Madura tidak ditemukan di Ponorogo.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Ponorogo, Anik Setyarini, menyebutkan capaian imunisasi campak di daerahnya telah mencapai 100 persen sehingga hingga kini tidak ada laporan kasus serupa.
“Di Ponorogo tidak ditemukan kasus campak. Imunisasi kita sudah tuntas 100 persen,” ujarnya, Kamis (11/9/2025).
Menurut Anik, imunisasi merupakan langkah utama dalam mencegah campak. Meski demikian, masyarakat juga diimbau segera melakukan pemeriksaan jika mendapati gejala mencurigakan.
Baca juga : Hendro Susilo Siapkan Malut United Hadapi Persik Kediri, Analisis Laga Jadi Bekal Utama
“Gejala yang harus diwaspadai biasanya ditandai dengan panas tinggi disertai ruam atau bercak merah di seluruh tubuh,” jelasnya.
Namun, Anik mengakui pihaknya sempat menemukan dua kasus rubella. Temuan tersebut bermula dari sejumlah gejala yang menyerupai campak, sehingga Dinkes mengambil spesimen dan mengirimkannya ke laboratorium di Surabaya.
“Hasil laboratorium memastikan dua pasien positif rubella,” terangnya.
Kedua pasien tersebut, masing-masing berusia 3 tahun dan 30 tahun, saat ini masih dalam pengawasan Dinkes. Pasalnya, rubella dapat menular melalui kontak langsung dengan cairan dari hidung atau tenggorokan penderita, terutama ketika batuk, bersin, atau berbicara.***
Reporter: Sony Dwi Prastyo
Editor : Hadiyin





